Umur orang-orang jaman dahulu ternyata memang lebih panjang dari pada orang di jaman sekarang. Mereka hidup ratusan tahun lamanya (mungkin malah ada yang hidup ribuan tahun waktu jaman nabi Adam), sementara rata-rata umur orang sekarang sekitar puluhan tahun atau dibawah seratus tahun. Ada yang diatas seratus tahun tapi itu termasuk yang sedikit alias tidak banyak jika dibandingkan dengan jumlah penduduk di dunia.
Dari mana saya mendapatkan kesimpulan bahwa umur orang dahulu adalah ratusan tahun ?. Salah satunya adalah informasi yang diberikan oleh Al-Qur’anul Karim. Dalam QS. Al-Ankabut(7) ayat 14-15 disebutkan tentang umur Nabi Nuh yakni sekitar 950 tahun (mungkin lebih).
“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang zalim(QS 7 : 14). Maka Kami selamatkan Nuh dan penumpang-penumpang bahtera itu dan Kami jadikan peristiwa itu pelajaran bagi semua umat manusia(QS. 7 : 15)”.
Lalu bagaimana amal orang-orang di jaman sekarang bisa menyamai amal orang-orang dijaman dahulu ? Salah satunya adalah fasilitas yang diberikan oleh Allah dengan adanya malam Lailatul Qodr (malam seribu bulan). Maka jika kita beribadah pada malam itu, Allah akan menghitungnya seperti ibadah seribu bulan lamanya (sekitar 83 tahun). Jika kita bisa mendapatkan malam lailatul qodr dalam beberapa Ramadhan maka amalan kita bisa jadi melebihi orang-orang di jaman dahulu. Semoga kita dipertemukan dengan malam lailatul qodr di tahun depan dan tahun-tahun berikutnya dan bisa beribadah dengan maksimal sehingga bisa mendapatkan janji Allah. Aamien.
ario berkata,
November 16, 2007 pada 7:42 pm
Bener bu.. itulah kenapa lailatul qadar hadir..
ganbatte
Nur Aini Rakhmawati berkata,
November 16, 2007 pada 8:36 pm
hhhmmm
kayaknya artikelnya harusnya buat Ramadhan kmr
btw, umur kita juga bs panjang kok Mbak …
Gmn ?
Lakukanlah hal2 yang baik
meski jasad kita sudah tiada, tapi karya kita tetap dipakai orang
yuhana berkata,
November 17, 2007 pada 4:33 am
>ario
yup
>Nur aini
he he iya ya, khan belum jauh dari ramadhan, atau bisa buat ramadhan depan
benbego berkata,
November 17, 2007 pada 10:13 pm
Daripada nunggu, mending pake waktu yg ada aja. Masak mau ibadah kok nunggu lailatul qodar sih?
dian berkata,
Desember 31, 2007 pada 12:59 pm
Yup, seperti kata AA Gym, mulai dari yang kecil, mulai dari diri sendiri dan mulai dari sekarang..
Udah hampir tahun baru, semoga, hari ke depan jauh lebih baik lagi…
fitaris giawa berkata,
September 6, 2009 pada 4:58 pm
satu pernyataan pada saya mau tanya, kenapa orang jaman sekarang ini tidak dapat berumur jaman orang terdahulu….?
pada hal manusia adalah ciptaan Tuhan maha kuasa dalam haltersebut saya hanya penjelasan pada ahli ahli yang lebih mengerti , jangan sampai salah jawaban bisa seteres
pendi albero berkata,
September 26, 2009 pada 6:31 pm
semua itu kuasa allah.semuanya kita kembalikan kepadanya..yang penting kita laksanakan perintahnya,dan kita jauhi larangannya,kita pedoman hanya kepada alqur,an,yaitu wahyu yang diturunkan kepada junjungan kita nabi muhammad s.a.w.yaitu mukjizat nabi muhammad yang bisa semua umat muslim mengetahuinya,dan bisa memegangnya.tapi mukjizat nabi lain hanya nabi itu sendiri cuma megang nya.disitulah kelebihannya allah memberi wahyu kepada nabi kita,yaitu nabi muhammad s.a.w.kalau semuanya kita tanya mengenai umur,bentuk,dan segalanya sampai hayat hidup kita tak kan
bisa menjawapnya,yang penting kita laksanakan perintahnya,dan kita tinggalkan larangannya,jalankan menurut rukun islam dan rukun iman.wass