Bagaimana menulis Proposal Riset / essay untuk Apply Sekolah atau Beasiswa

Tulisan ini saya tuliskan berkaitan dengan beberapa pertanyaan dan komentar yang ditulis sehubungan dengan tulisan saya “Cara membuat paper“. Tulisan seperti ini sebenarnya sudah banyak ada di internet, namun mungkin beberapa kurang begitu perhatian karena kebanyakan tertulis dalam bahasa Inggris. Apa yang saya tuliskan ini sebagian adalah pengalaman saya sewaktu apply sekolah ke NTU, sebagian besar sama dengan apa yang saya dapatkan dalam mata kuliah technical english writing dan juga sebagian besar saya sadur dari salah satu tulisan orang lain dalam bahasa inggris di situs ini http://www.eastchance.com/howto/res_prop.asp yang memberi inspirasi saya sewaktu saya membuat essay atau proposal riset atau study plan, apalah namanya. Jika ingin melihat aslinya, silahkan untuk melihat langsung ke sumbernya. Bismillah, semoga bermanfaat.

Membuat proposal riset/penelitian ibarat membuat proposal project, kita harus bisa meyakinkan pada pihak pemberi dana bahwa penelitian kita layak dikerjakan dan berkonstribusi. Berkonstribusi kepada siapa? ada banyak hal, bisa bagi pemberi dana, bagi negara kita, bagi negara pemberi dana, bagi ilmu pengetahuan dan lain-lain. Lalu bagaimana agar kita bisa menulis proposal riset yang bisa meyakinkan, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan dan ikuti :

  1. Tanamkan dalam diri kita bahwa kita akan memasuki kompetisi dengan peserta lain, jadi pilihlah ide yang belum pernah dikerjakan atau ide yang merupakan pengembangan dari penelitian sebelumnya atau ide yang kreatif dan menarik. Perbanyak baca literatur untuk mendapatkan ide ini, yang pasti sesuaikan dengan minat dan bidang kita.
  2. Tuliskan dokumen yang mana akan memberikan pengaruh yang kuat bagi pembaca dengan menuliskannya secara jelas dan terstruktur sehingga pesan/ide yang kita tuliskan dapat ditangkap dengan mudah.
  3. Secara dasar proposal riset harus bisa menjawab 3 pertanyaan besar berikut :
    1. Project penelitian / riset apa yang akan kita kerjakan
    2. Mengapa penelitian ini penting untuk dikerjakan, dengan kata lain konstribusi apa yang bisa kita berikan dengan adanya penelitian ini
    3. Proses-proses apa yang kita kerjakan untuk menyelesaikan riset ini, bisa disebut dengan metodology, gambaran sistem, teknologi ataupun konsep yang kita gunakan,  dan lain-lain.

Tuliskan proposal riset tersebut dengan susunan sebagai berikut :

  1. Pendahuluan yang memiliki pengaruh yang kuat dan arahakan ke formulasi hipotesis kita. Hipotesis penelitian kita haruslah spesifik, ringkas, dan memajukan ilmu pengetahuan. Carilah ide dan formulasikan dengan hati-hati. Jika sulit menemukan ide, cari tahu masalah apa yang akan kita selesaikan dan bagaimana cara menyelesaikan secara umum (anda bisa lihat pada bagian pendahuluan dalam postingan saya tentang cara membuat paper). Jika penelitian kita pernah dilakukan atau dikerjakan, carilah titik point apa perbedaan penelitian kita dengan penelitian sebelumnya dan apa yang menarik dari penelitian kita. Carilah trend tertentu dan bayangkan jika kita telah menyelesaikan penelitian tersebut dalam jangka waktu 2 tahun atau 4 tahun masihkah ia relevan dengan perkembangan saat itu.
  2. Tuliskan jawaban atas ketiga pertanyaan besar di nomer 3 dalam essay/proposal riset kita dengan cara terstruktur. Kunci essay adalah adanya argumen/hipotesis dari kita yang didukung oleh background pengetahuan yang ada atau trend saat ini. Tuliskan dalam kalimat, apa yang akan kita pelajari dari riset kita, apakah project kita akan membuat/memiliki perbedaan dan mengapa ia penting untuk diketahui dan dikerjakan.
  3. Tulis dan buktikan bahwa penelitian kita belum pernah dikerjakan dengan menuliskan hasil analisa dan pengkritisan terhadap survey literatur yang kita lakukan dengan mengacu pada beberapa paper dan penelitian yang telah dilakukan sehubungan dengan topik kita. Tuliskan secara jelas dan objectif setiap hasil analisis (kelebihan dan kekurangan) dari setiap paper /penelitian yang berhubungan erat dengan penelitian kita. Tuliskan bahwa penelitian kita akan memberikan konstribusi yang tidak dimiliki oleh hasil penelitian sebelumnya semisal dengan merujuk pada hal yang dibutuhkan atau hal yang menjadi masalah dari penelitian lain. Hindari jargon dalam menulis proposal kita semisal dengan menuliskan bahwa penelitian A jelek, penelitian kita lebih baik, dan lain-lain. Namun gantilah dengan menuliskan sesuatu apa kelebihan konkrit dari penelitian kita dibandingkan dengan penelitian-penelitian yang lain dengan cara yang santun. Tuliskan hal apa yang bisa didapatkan orang lain dari penelitian kita semisal: dapat digunakan secara praktis dengan cara X, menunjang pengembangan pengetahuan dalam bidang tertentu, membuka peluang adanya penelitian baru (future work) dan pemahaman yang lebih baik dari suatu fakta.
  4. Tuliskan motodologi dengan menuliskan proses-proses apa yang akan kita kerjakan untuk menyelesaikan permasalah atau menjawab pertanyaan yang ada. Bagaimana cara mengevaluasi hasil penelitian atau hipotesis yang kita ajukan. Proses-proses dan tes-tes ini kita sebut sebagai metode. Metode terbagi atas kualitatif dan kuantitatif. Kualitatif biasanya disajikan dengan menampilkan hasil interview atau quesioner sementara kuantitatif biasanya dengan menyajikan data statistik atau hal-hal yang berkenaan dengan angka atau formula. Metodology bisa digambarkan dalam bentuk bagan, struktur proses atau pekerjaan yang berurutan dan sebagainya berikut penjelasannya. Cobalah cari literatur tentang bagaimana menuliskan metodologi yang baik. Untuk proyek tertentu biasanya disertai dengan jadwal penyelesaian dan dana yang diperlukan, namun untuk mengajukan beasiswa hal ini tidak diperlukan, kecuali pihak donatur meminta menyertakan jadwal dan rincian dana yang diperlukan.
  5. Tuliskan kesimpulan dengan menuliskan kembali dengan kalimat yang lain apa yang akan didapatkan dalam penelitian kita ini, konstribusi apa yang kita berikan, mungkinkah ini diimplementasikan dan bagaimana hal ini bisa terselesaikan dari sudut pandang praktek. Secara garis besar, kapasitas kita untuk menjawab 3 pertanyaan penting diatas dengan menuliskan sesuatu yang spesifik (fokus dan tidak kemana-mana), jelas, ringkas dan memiliki point yang kuat merupakan salah satu peluang akan diterimanya proposal/aplikasi kita. Sisanya tinggal berdoa :)
  6. Biasanya essay dari proposal riset ini dituliskan dalam 3000 kata (sekitar 3 halaman dengan spasi satu dan huruf times new roman 12). Namun perlu diperhatikan, terkadang sekolah atau pihak pemberi beasiswa menuliskan berapa kata yang harus kita tuliskan dalam essay kita bisa jadi 500, 1000 atau 3000.

OK, bagi yang sedang hunting profesor, beasiswa atau sekolah semoga catatan kecil saya kali ini bisa bermanfaat. aamien.

About these ads

29 Komentar

  1. Februari 12, 2008 at 11:46 am

    Alhamdulillah
    Semoga berguna

    boleh nanya juga g mbak ? Kalau membuat essay untuk beasiswa gmn yak ?

    >yuhana:
    aamien, untuk membuat essay untuk beasiswa hampir sama, tulisan diatas sebernarnya saya peruntukkan bagi yang akan membuat essay. Essay itu titik tekannya adalah kentalnya argumen2 atau pendapat kita, yang diatas disebut dengan hipotesis. Dan yang jelas ajukan langkah-langkah bagaimana cara membuktikannya dengan adanya metodologi. Semoga bisa menjawab pertanyaan.

  2. Februari 12, 2008 at 11:52 am

    terima kasih Mbak :D
    moga2 essay iin diterima ya :)

    >yuhana:
    aamien 3x

  3. nRa said,

    Februari 12, 2008 at 4:08 pm

    wah…. makasih banyak bu infonya,
    jadi pengen ngelamar beasiswa lagi ;))

  4. suryaneta said,

    Februari 12, 2008 at 4:19 pm

    xie xie :D

  5. ario said,

    Februari 12, 2008 at 8:11 pm

    Jazakillah… :-)

    kapan ya apply beasiswa… hehehe :cry:

  6. Threeas said,

    Februari 19, 2008 at 12:31 pm

    bagus banget infonya.. thank ya

  7. Maret 3, 2008 at 8:08 am

    [...] berikut diambil dari blog yuhana.wordpress.com atas seijin [...]

  8. yogi said,

    Maret 19, 2008 at 10:40 am

    Wah ternyata udah ada ya.. hehe..

    Sangat Bermanfaat dan Memotivasi…

    Kebetulan sekarang saya sedang menyusun proposal penelitian untuk beasiswa S2 di perancis.. sekarang sudah ada professor yang mau membantu saya..

    Dia[Prof] tinggal menunggu paper yang akan saya apply utk beasiswa nanti… minta untuk di email ke dia… :p
    Hanya saya masih bingung bagaimana cara untuk menuangkannya dalam bentuk proposal.. sudah 2 kali ku buat tapi saya masih belum puas sama hasilnya.. jadi selalu ku revisi dan revisi… jadi tidak beres”..

    Setelah saya baca artikel ini, saya jadi semangat lagi juga ingin segera menyelesaikan proposal ini..

    Apakah ibu bisa memberi contoh proposal penelitian kepada saya..?
    via email ya bu… hehe..

    Terimakasih Perhatiannya n bantuannya…
    Regards,

    Yogi

    >yuhana:
    Semangat ya, insya allah kalau kita ikuti step by stepnya proposal itu akan jadi dan sesuai dengan keinginan kita. Maaf kalau ibu nggak punya contohnya, mungkin bisa search ke google. Cobalah minta bantuan orang lain untuk membaca proposal kita, apakah mereka paham dan mengerti maksud tulisan kita. Jika ia bisa menjelaskan dengan baik apa yang kita inginkan hanya dengan membaca proposal kita insya allah itu sudah sangat baik dan jangan pernah menyerah untuk terus memperbaiki jika memang kita merasa belum sreg. Juga akan lebih baik jika minta bimbingan ke pembimbing atau orang yang lebih paham.

  9. yogi said,

    Maret 24, 2008 at 9:49 am

    Ok bu, terimakasih atas masukannya…

    Doakan yaa agar dapat selesai tepat waktunya dan mendapat beasiswanya.. :-)

    >yuhana:
    aamiin

  10. jazman said,

    Mei 22, 2008 at 6:20 pm

    Bu hana.. saya sbnernya tertarik dgn hal tulis menulis ilmiah. tpi krn kadang kepentok a ma ide, susah gitu munculnya, akhirnya jadi mentok juga dech usahnya. ‘N ga jadi2 nulisnya.
    Bisa kasih tips ttg cari ide?

    >yuhana:
    ide sebenarnya banyak di sekitar kita. Masalah buat seseorang atau orang banyak bisa jadi peluang atau ide buat suatu penelitian. Tinggal cari aja dulu masalah tersebut sudah terselesaikan belum, jika sudah apakah penyelesaiannya tidak perlu dikembangkan lagi? jika belum cobalah buat apa yang bisa dilakukan untuk menyelesaikannya. Semoga jawaban saya bisa membantu ya :)

  11. vicki said,

    Mei 23, 2008 at 1:17 pm

    thx untuk tulisannya, jd dapet motivasi and semangat baru lg..
    kebetulan saya mo apply S2 and sdg nyari ide penulisan paper

    >yuhana:
    semoga sukses ya Vick :)

  12. Yetty said,

    Juli 31, 2008 at 12:40 pm

    Assalm alaikm..
    mba ato ibu y ?? 8-)

    sy mo iktan lomba penulisan essay tntang sosial budaya.
    pengennya sih tntang yang umum2 aja, mis budaya apa trus prlu dkmbangx at di buang.. tp pas bikin mappingx tba2 ada ide u/ bhs “apkh ISLAM ad BUDAYA”? pengennya bikin yang mnrik tp kl idenya ky gtu apa bisa kluar dari Tema y?
    yet jg bngung kl mo nulis mslhnya argmennya nnt g kuat, gmn donk?

    Syukran jwbannya 8-)

  13. yaya said,

    Agustus 9, 2008 at 3:20 pm

    just say thanks,
    usefull banget!!

  14. morie said,

    Agustus 13, 2008 at 12:04 am

    saya ingin contoh essay dunk….

  15. dharmayanti said,

    Agustus 18, 2008 at 2:50 pm

    bu,saya pengen bget nulis essay yang oke,tapi kira2 belajar yang bagus di mana ya?saya mahasiswa farmasi UP smester2

  16. ice said,

    Agustus 23, 2008 at 1:49 pm

    a’kum… terimakasih infonya.. saya ingin contoh essaynya, berkenankah ibu memberikan??

  17. Oktober 8, 2008 at 7:38 am

    (Dikutip dari: materi Strategic Forum – QPlus Management Strategies 2008)

    Strategi Filsafat Penelitian Milenium III
    (Butanya Dasar Belajar Mengajar: Theory of Everything)
    Oleh: Qinimain Zain

    FEELING IS BELIEVING. MEREKA (para peneliti – QZ) seakan-akan pelukis yang mengumpulkan tangan, kaki, kepala dan anggota-anggota lain bagi lukisannya dari macam-macam model. Masing-masing bagian dilukis dengan sangat bagus, tetapi tidak dihubungkan dengan satu tubuh sendiri, dan karena sama sekali tidak akan cocok satu sama lain, hasilnya akan lebih merupakan monster daripada manusia (Nicolas Copernicus).

    APAKAH (ilmu) pengetahuan yang terkumpul, dipelajari, dimiliki dan diajarkan selama ini masih berupa monster? Bayangkan sosok gambaran seluruh (ilmu) pengetahuan semesta yang berserakan. Lebih kecil lagi, seluruhnya di satu pustaka. Lebih kecil lagi, di satu cabang ilmu. Lebih kecil lagi, di satu bidang ilmu. Lebih kecil lagi, satu hal sosok gambaran tentang semut, puisi, manajemen atau jembatan saja, terdiri atas potongan kacau banyak sekali. Potongan-potongan tulisan sangat bagus sampai buruk, jelas sampai kabur, dan benar sampai salah besar, yang tak menyatu, tumpang tindih dan bahkan saling bertentangan meski hal yang sama sekalipun. Ini membuat sulit siapa pun meneliti, belajar dan mengajarkan, ditandai dengan polemik panjang.

    Mengapa bisa demikian? Ada analogi menarik cerita lima orang buta ingin mengetahui tentang seekor gajah, yang belum pernah tahu gambaran binatang itu. Selain buta, tubuh mereka berbeda-beda tinggi badannya. Mereka pun berbaris berjajar, menghadap seekor gajah besar yang di keluarkan pemiliknya dari kandang. Orang yang pertama agak tinggi badannya, maju meraba bagian depan memegang belalai dan mengatakan gajah itu seperti ular. Yang kedua sedang badannya, meraba mendapati bagian kaki dan mengatakan gajah seperti pohon kelapa. Yang ketiga tinggi badannya, memegang bagian kuping dan mengatakan gajah seperti daun talas. Yang keempat paling pendek badannya, maju di bawah perut gajah tidak memegang apa-apa dan mengatakan gajah seperti udara. Yang kelima pendek tubuhnya, maju meraba bagian belakang memegang ekor dan mengatakan gajah itu seperti pecut. Tentu, pemahaman gajah sesungguhnya dari kelima orang buta ini akan berbeda bila disodorkan gambar ukiran timbul atau patung kecil seekor gajah sebelumnya.

    Seperti itulah, siapa pun yang hanya memahami satu sudut pandang cabang (ilmu) pengetahuan sebagai gambaran pemecahan suatu masalah, tanpa luasan pandang menyeluruh (ilmu) pengetahuan. Memang, merupakan hukum alam segala sesuatu yang seragam (besar sedikit jumlahnya) makin lama makin beragam (kecil banyak jumlahnya), dan pada tingkat kekacauan dibutuhkan sistem keteraturan untuk memahaminya sebagai satu kesatuan. Tetapi, nampak (hampir) mustahil (karena tenaga, waktu dan biaya terbatas) mempelajari seluruh cabang (ilmu) pengetahuan mendapatkan pemahaman luas dan dalam semesta untuk suatu masalah. Betapa beruntung dunia andai sosok kecil gambaran satu kesatuan the body of science itu ada. Gambaran rangkuman prinsip-prinsip satu kesamaaan semua hal dari sekian banyak perbedaan dalam semesta, sebuah Theory of Everything (TOE).

    JIKA Anda tahu bagaimana alam semesta ini bekerja, Anda dapat mengaturnya (Stephen William Hawking).

    Kemudian, bagaimanakah mengetahui seseorang (dan juga diri sendiri) sebenarnya tergolong buta (karena tanpa TOE) terhadap sosok (ilmu) pengetahuan dimiliki sekarang?

    Dengan sopan dan rendah hati, semua peneliti, pengajar atau siapa pun bidang apa pun harus menanyakan: Apa prinsip dasar asumsi penelitian, belajar dan mengajar (ilmu) pengetahuan yang diteliti, dimiliki atau diberikan? Jika jawaban berupa kalimat retorika atau basa-basi, mungkin ia (dan kita) tergolong masih buta tentang the body of science hal bidang ilmu pengetahuan itu.

    Lalu, apa rangkuman (kecil) prinsip dasar asumsi TOE dalam meneliti, belajar, mengajar dan mengelola ilmu pengetahuan hal apa pun?

    KETIDAKMAMPUAN seseorang untuk menjelaskan idenya secara singkat, barangkali dapat merupakan tanda bahwa dia tidak mengetahui pokok persoalan secara jelas (C. Ray Johnson).

    Ilmu pengetahuan (obyek empiris) dinyatakan benar ilmu pengetahuan selama asumsi dasar diakui, yaitu ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang teratur (systematic knowledge) (pernyataan yang diterima setelah abad XVII) (The Liang Gie, 1997:380). Tanpa asumsi dasar keyakinan adanya keteraturan ini, proses meneliti, belajar mengajar apa pun yang di bangun di atasnya hanyalah potongan-potongan pengetahuan yang tidak efektif, efesien dan produktif. Seperti pernyataan jernih ilmuwan Carl Sagan, bahwa jika kita hidup di atas sebuah planet di mana segala sesuatu tidak pernah berubah, sedikit sekali yang bisa dikerjakan. Tidak ada yang harus dibayangkan, dan tidak akan ada dorongan untuk bergerak menuju ilmu pengetahuan. Namun jika kita hidup di dalam dunia yang tidak bisa diramalkan di mana semua hal berubah secara acak atau dengan cara sangat rumit, kita juga tidak akan bisa menggambarkan semua keadaan. Di sini juga tidak ada ilmu pengetahuan. Tetapi kita hidup di dalam semesta yang berada di kedua keadaan ini. Di alam ini semua keadaan berubah, tetapi mengikuti pola, aturan, atau mengikuti yang kita katakan sebagai hukum-hukum alam.

    Lebih jelas, prinsip dasar asumsi keteraturan ini diurai Jujun S. Suriasumantri (1977:7-9) dengan baik, yaitu obyek empiris (tertentu) itu serupa dengan lainnya seperti bentuk, struktur, sifat dan lain-lain, lalu (sifat) obyek tidak mengalami perubahan dalam jangka waktu tertentu (meski pasti berubah dalam waktu lama yang berbeda-beda), serta tiap gejala obyek bukan bersifat kebetulan (namun memiliki pola tetap urutan sama atau sebab akibat). Akhirnya, saya memastikan rincian prinsip dasar asumsi keteraturan ilmu pengetahuan ini dalam TOTAL QINIMAIN ZAIN (TQZ): The Strategic-Tactic-Technique Millennium III Conceptual Framework for Sustainable Superiority (2000), TQZ Science, bahwa definisi ilmu pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan yang memiliki susunan kode, satuan ukuran, struktur, teori dan hukum yang teratur. (Teratur pada TQZ Scientific System of Science adalah teratur sama dalam fungsi, jumlah, urutan, kaitan, dan paduan menyeluruh di semesta meski hal berbeda apa pun). Sebuah TOE, jawaban masalah dasar dan besar yang menghantui pikiran manusia selama dua ribu tahun atau dua millennium.

    TEORI adalah sekelompok asumsi masuk akal dikemukakan untuk menjelaskan hubungan dua atau lebih fakta yang dapat diamati, menyediakan dasar mantap memperkirakan peristiwa masa depan (JAF Stoner).

    TOE penting sekali dalam meneliti, belajar mengajar dan mengelola bidang apa pun. Memecahkan suatu masalah sulit, tetapi mengenali (fenomena) masalah lebih sulit lagi. Dengan mengetahui dan memahami TOE, sangat membantu mengenali bila berhadapan atau merasakannya. Misal, seseorang telah disodorkan gambaran prinsip dasar asumsi keteraturan ilmu pengetahuan akan lebih mudah untuk mengambil kesimpulan jika suatu saat menghadapi (fenomena) satu atau banyak masalah, meski belum pernah dikenalnya. Jadi, fungsi TOE – pada TQZ Scientific System of Science tak lain sebuah paradigma scientific imagination benchmarking sistematis, berupa metode synectic kreatif menggunakan metafora dan analogi rinci menuntun suatu usaha memilih jalur proaktif terhadap suatu hal dengan memperhatikan fakta dan kemungkinan yang telah diidentifikasi dan dileluasakan, dengan lima dasar (posisi), fase (kualitas) dan level (sempurna). Suatu mental image atau model ilmiah analogi fenomena semesta dalam bentuk keteraturan yang dapat dipahami.

    Contoh sederhana (meski sebagai TOE belum cukup teratur), jika gambaran prinsip dasar asumsi keteraturan tubuh mahluk hidup sempurna memiliki kepala, dada, perut, tangan dan kaki, sedang lainnya berupa bagian tambahan tubuh. Maka, seseorang yang meyakini dan memahami keteraturan ini akan melihat persamaan fungsi tubuh pada ikan gabus, kupu-kupu, monyet, ular dan burung pipit, selain perbedaan bagian itu. Dengan prinsip dasar asumsi keteraturan itu, tubuh mahluk hidup akan lebih mudah diteliti, pelajari dan diajarkan dengan benar, bahkan terhadap mahluk hidup unik lain yang baru dilihat.

    KARYA seorang ilmuwan berlandaskan keyakinan bahwa alam pada pokoknya teratur. Bukti yang menunjang keyakinan itu dapat dilihat dengan mata telanjang bukan hanya pada pola sarang lebah atau pola kulit kerang, tetapi ilmuwan juga menemukan keteraturan pada setiap tingkat kehidupan (Henry Margenau).

    Bukti monster (ilmu) pengetahuan demikian besar, merugikan dan banyak di sekeliling. Contoh monster-monster itu, dalam seminar dan diskusi, buku dan makalah, ulasan dan kritikan berbagai masalah di mana-mana tidak menyuguh keteraturan. Misal, bahasan mencipta puisi, cara menulis, atau mendefinisikan sesuatu saja, tanpa jelas kepala, tangan, badan, perut, dan kakinya, bahkan tanpa memastikan yang dijelaskan itu adalah bagian kaki atau kepala. Atau lebih parah lagi, tidak diketahui apakah yang disajikan itu kaki, jari, atau gigi, karena jumlahnya demikian tidak tetap dan berbeda. (Perhatikan kesimpulan utama penyebab masalah dan pemecahannya bidang ilmu hal yang sama sekali pun, bisa satu, dua, tiga, empat, lima, enam, sembilan, tujuhbelas, limapuluhdua, dan seterusnya, belum lagi bicara keteraturan urutan dan kaitan antar penyebab atau antar pemecahan yang disebutkan itu). Apalagi membahas masalah mengenai cara mengatasi krisis pangan, krisis energi atau strategi keunggulan usaha (suatu organisasi, daerah, bahkan negara), pasti monster lebih mengerikan.

    Contoh nyata monster raksasa, menunjukkan belum teraturnya kelompok ilmu sebagai ilmu pengetahuan. Deobold B. Van Dalen menyatakan, dibandingkan dengan ilmu-ilmu alam yang telah mengalami perkembangan yang sangat pesat, ilmu-ilmu sosial agak tertinggal di belakang. Beberapa ahli bahkan berpendapat bahwa ilmu-imu sosial takkan pernah menjadi ilmu dalam artian yang sepenuhnya. Di pihak lain terdapat pendapat bahwa secara lambat laun ilmu-ilmu sosial akan berkembang juga meskipun tak akan mencapai derajat keilmuan seperti apa yang dicapai ilmu-ilmu alam. Menurut kalangan lain adalah tak dapat disangkal bahwa dewasa ini ilmu-ilmu sosial masih berada dalam tingkat yang belum dewasa. (Ilmu dalam Persfektif, Jujun S. Suriasumantri, 1977:134). Juga C.A. Van Peursen, dalam tahap perkembangan ilmu pengetahuan kemajuan bidang ilmu alam lebih besar daripada ilmu kehidupan, dan ilmu kehidupan lebih maju dari ilmu kebudayaan (Strategi Kebudayaan: 1976:184-185). Sedang di dunia akademi, berjuta-juta hasil penelitian seluruh dunia kurang berguna dan sukar maju karena berupa monster maha raksasa, tanpa TOE yang merangkai sebagai satu kesatuan the body of science.

    Akhirnya, bagaimana mungkin (manusia) siapa pun yang terlibat proses meneliti, belajar, mengajar dan menggunakan ilmu pengetahuan sepanjang hidup dapat berpikir tenang, selama prinsip dasar asumsi keteraturan (ilmu) pengetahuannya belum beres? Sebab, jika prinsip dasar asumsi keteraturan ilmu pengetahuan yang didapat dan diberikan saja kebenarannya meragukan, maka kredibilitas kemampuan, nilai, gelar (dan status) seseorang (dan organisasi) itu pun diragukan. Karena, sebenar atau setinggi apa pun nilai memuaskan didapat dari pendidikan dengan pelajaran bahan yang buruk atau salah, tetaplah buruk atau salah, (setelah mengetahui bagaimana kebenaran suatu hal itu) sebenarnya. Dan, tanpa keteraturan TOE, penelitian dan belajar mengajar, seminar dan diskusi, buku dan makalah, ulasan dan kritikan berbagai masalah terus menghasilkan monster di mana-mana. Banyak buang tenaga, waktu dan biaya percuma. Fatal dan mengerikan.

    LEBIH baik menjadi manusia Socrates kritis yang tidak puas, daripada menjadi babi tolol yang puas (Henry Schmandt).

    BAGAIMANA strategi Anda?
    *) Qinimain Zain – Scientist & Strategist, tinggal di Banjarbaru – Kalsel, e-mail: tqz_strategist@yahoo.co.id (www.scientist-strategist.blogspot.com)

  18. NaRa said,

    Oktober 20, 2008 at 4:18 pm

    doain y….esay’y lolos….aq c cm mo nyoba2 jha bkn essay….
    tp…..tkut gag sesuai,,,boleh mnta contoh2 essay gag?bwat panduan lomba..
    please…!!
    tlg krim ke email aq y…….
    thanx..

  19. monic said,

    Januari 17, 2009 at 9:40 pm

    gini nih aq disuruh buat essay yang intinya kenapa aku mau masuk institusi ini padahal kan masih byk institusi lainnya dengan program studi yang sama, lha aq bingung jawabnya,
    tolong donk tips2 nya bagaimana cara tersusun yang baik untuk aku jawab pertanyaan tsb,
    tlg krm k email aku ya…………
    thanks before…..

  20. achmadi said,

    Februari 13, 2009 at 11:12 am

    luar biasa,
    semoga saya pribadi bisa beruntung seperti mbak yuhana dan akan lebih luar biasa lagi kalo mbak yuhana bisa membantu dalam memperoleh beasiswa untuk studi. apakh ada studi lagi untuk para du’afa. khususnya yang ada di solo untuk studi yang lebih tinggi lagi. karena info yang kami dapat secara sifihak beasiswa ke jenjang yang lebih tinggi hanya terbatas bagi yang berkantong tebal dan punya”kadang dewa”. trim’s dan sukses selalu.

  21. samsul ma'arif said,

    Februari 24, 2009 at 1:51 pm

    Wah bagus sekali saya sangat ingin sekali seperti mbak yuhana, saya juga mohon dibantu untuk diberikan contohnya proposal milik mbak yuhana sebagai acuan dan motivasi untuk seperti mbak yuhana

    thx
    salam, luar biasa

  22. azizah imoet said,

    April 12, 2009 at 10:46 am

    doain ya ak mau nyobain bikin essay mg2 ktrima beasiswa ku ke amerika
    semoga smua itu bukan mimpi

  23. Dendi said,

    Mei 19, 2009 at 10:07 am

    kira – kira ada contoh ga ya essay untuk apply beasiswa… masih blank dan dikejar waktu nh :) terimakasih…

  24. rio denny said,

    Juni 9, 2009 at 12:36 pm

    hallo yuhana aq rio fak hukum perguruan swasta,setelah membaca catatan kecil km aq tambah bingung untuk memulai tugas paper,khususNya aq ada tugas membuat paper mrngenai program konsrentrasiku yaitu tentang kuhPidana bisa nggak aq minta contoh sebuah paper yang singkat,aktual,padat yach yang uda pernahb km tulis,tolong email ke aq yach,cozNya dkmpl 1bulan lagi nich,thx”s bgt yach

  25. Rio said,

    Maret 29, 2010 at 8:20 pm

    kalo misalnya saya mau apply beasiswa ke Jepang, penelitiannya harus ada kaitannya dengan negara Jepang ga? Thnx atas jawabannya

  26. bee said,

    April 28, 2010 at 11:32 am

    mba, kalau untuk essay beasiswa s2 desain sama juga ya harus melalui penelitian?

  27. suuci analismy said,

    September 22, 2010 at 8:58 pm

    hmm… trimakasih buat catatan kecilnya ka yuhana. Tapi… bolehkah saya minta bantuan untuk dikirim contoh essay buatan kak yuhana?
    trimakasih…

    berikut alamat email saya analismysuuci@yahoo.com

  28. diantidyah said,

    September 6, 2011 at 12:47 pm

    saya masih berada di semester V dan rencananya ingin melanjutkan studi di luaar negeri. Bisa tolong berbagi bagaimana langkah-langkah awal yang harus saya lakukan baik dalam mengajukan ke universitas dan cara mendapatkan beasiswanya. trims.

  29. ida ifdaliah said,

    Januari 20, 2014 at 3:03 pm

    assalamu alaikum bu…
    saya sekarang lg kuliah S2 semester 2 dan sedang mencari beasiswa, kebetulan sy sdh mendapatkan beberapa info beasiswa tapi mengharus kan untuk membuat essay yang intinya kenapa aku mau masuk institusi ini padahal kan masih byk institusi lainnya dengan program studi yang sama, saya bingung untuk menjawabnya,
    tolong bu tips2 nya bagaimana cara menyusun yang baik untuk aku jawab pertanyaan tsb,
    terimakasih atas jawabannya..tolong bu ya sangat mendesak, bisa lgs krm k email saya ya…………


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 46 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: