Hari ini saya jalan-jalan dengan pak roy dan pak darlis ke Kumamoto Castle. Lumayan keliling-keliling castle, sambil foto-foto. Usai keliling castle kami pergi ke festival budaya jepang yang ada di sebelah Castle. Wah kok banyak yang pakai Kimono ya, dan ternyata rata-rata orang asing (selain nihon jin), seperti orang indonesia, pakistan, arab dan juga sepertinya ada yang dari amerika.
Salah satu impianku datang ke Jepang adalah aku harus berhasil mencoba Kimono (pakaian tradisional Jepang). Alhamdulillah dalam festifal yang adanya cuman setahun 2 kali itu kami bisa mencoba kimono (untung jalan2 hari itu ya, jadi bisa ikutan festival).
Setelah daftar di resepsionis (di lantai 5) kami diberi nomor antrian. Tempat male dan female terpisah. Kami menuju ruang ganti, ternyata disana banyak orang jepang yang tugasnya membantu foreigner menggunakan kimono. Sebelum masuk ruangan ini (tepatnya sebelum berangkat ke Jepang) aku dah minta ijin suami untuk beli Kimono. Ternyata setelah tahu cara memakai Kimono niat beli Kimono langsung hilang. Kimono tidak sesimple yang ku bayangkan. Ada banyak lapisan yang digunakan.
- Lapisan paling dalam (berwarna putih dan ada 2 piece, atas dan bawah). Hm…. maaf bisa dibilang itu underwear kali ya (kalau orang modern kaos dalam dan under rok.) Tapi bahannya bukan dari kaos, dari kain seperti mori.
- Baju luar (model kayak piyama sampai ke bawah)
- selendang
- tali-tali
- peniti dan kawan-kawannya
Cara menggunakan:
1. Pakai lapisan dalam, kaitkan dengan tali.
2. Pakai baju luar, lalu tata dengan rapi dan ikatkan tali mengelilingi bagian perut atas.
3. tambahkan selendang di perut, lanjutkan dengan membuat semacam tas yang dibelakang (bagian tersulit, tidak bisa dilakukan sendiri)
4. Gunakan tali untuk merekatkan, tata kimono sehingga rapi.
Ini ada gambar yang aku dapat dari internet tentang cara pakai kimono.
Ini ada dokumentasi suasana pemakaian kimono di ruang ganti.
tim yang bantu pakai kimono
- Contoh foreigner memakai baju luar dibantu tim (warna bajunya sama dengan yang kupakai)

nah ini hasil akhir pemakaian kimono

Ini kali kedua saya pake kimono
Agus Suhanto berkata,
Oktober 12, 2009 pada 12:51 pm
thanks o atas postingnya yg menarik… kenalkan saya Agus Suhanto
>yuhana: Salam kenal pak agus, makasih dah berkunjung
almuhandis berkata,
Oktober 12, 2009 pada 7:31 pm
koq ga jadi beli ?
>yuhana: iya, dulu pengen beli karena pengen pake. Nah khan dah tercapai keinginannya, lagian nggak bisa make sendiri harus dibantuin, jadi kalau beli malah takut nggak kepake
RitaSusanti berkata,
Oktober 14, 2009 pada 2:15 pm
Iya, sepertinya ribet sekali ya Bu memakai kimono, hmm mungkin jauh lebih simple memakai kebaya yah:). Kalau begitu mending ndak usah beli deh bu:)
>yuhana: he he iya… kmrn perlu waktu satu jam untuk make kimono seperti itu. Kalau kebaya khan lebih cepat, dan nggak dibantuinpun masih bisa pake. Kebaya yang lama khan malah sanggulnya bagi yang pake sanggul
rera berkata,
Oktober 24, 2009 pada 8:46 am
ternyata memakai kimono lebih sulit daripada memakai kebaya, jadi teringat dengan novel MEMOAR OF GEISHA yang sudah di filmkan, akan tetapi lebih bagus cerita novelnya…
kalo tidak salah dibutuhkan banyak kancing baju menurut novel tersebut, terimakasih..
ruktin berkata,
Oktober 27, 2009 pada 1:46 pm
great
fety berkata,
November 6, 2009 pada 10:03 pm
wah, mbak yuhana beruntung nih. saya yang sudah hampir satu tahun tinggal di jepun, belum pernah ketemu festival yang kayak gtiu. wah, mesti pasang telinga nih
biar bisa juga coba pakai kimono
>yuhana: iya alhamdulillah. Disini belum ada sebulan dah dua kali ikutan nyoba kimono. Mbak fety tinggal dimana nih?