Sepedaku sayang sepedaku malang

sepedaHari ini aku ke kampus jam 2 siang, sepulang dari masjid besar. Seperti biasa ku parkir sepedaku di tempat biasa. Jam 3.30 aku berniat kembali ke asrama. Namun betapa terkejutnya aku sepeda kesayanganku tidak berada di tempatnya. Kucoba memutari tempat parkir namun nggak kutemukan. Ya Allah…. apakah memang sepeda itu bukan rejekiku lagi, begitu pikirku. Sepeda yang aku beli 800NT saat baru datang pertama kali di Taiwan karena aku sangat memerlukannya. Aku coba mengingat-ingat apakah aku lupa menguncinya, sepertinya tidak, aku tidak lupa menguncinya.

Lalu masih dalam keadaan bingung aku coba untuk memutari tempat parkir lagi, baru aku sadar bahwa aku pernah dapat sticker warna merah ketika parkir di tempat itu, dan ketika aku tanyakan ke temenku apa maksudnya(karena tertulis dalam bahasa mandarin), ternyata maksudnya agar aku jangan parkir di tempat itu atau sepedaku akan dibawa petugas ke kampus Shuiyuan.

Setelah aku yakin bahwa sepedaku benar-benar tidak ada diparkiran aku coba tanya kepada salah seorang mahasiswa yang sedang berada di tempat itu dan ia menunjukiku tulisan yang tertulis di lantai tempat aku parkir yang artinya “sepeda yang diparkir di luar garis parkir telah dibawa ke kampus syiyuan”. Aku ingat ada banyak sepeda juga yang parkir di tempat yang lebih luar dari sepedaku, padahal sepedaku berada tepat di sebelah garis parkir, artinya separuh masih didalam area parkir dan separuh dah di luar area parkir. Apa sih kampus shuiyuan itu? ternyata kampus shuiyuan adalah kampus NTU yang berada di luar kampus utama, kurang lebih sekitar 3 km dari kampusku. Di kampus itu diletakkan sepeda-sepeda yang salah parkir.

Langsung aku telpon bu erma, minta tolong ditemani ke kampus syiyuan untuk ambil sepeda. Kami kesana jalan kaki dan cuma berbekal denah yang digambarkan oleh mahasiswa yang aku tanyain di tempat parkir tadi. Akhirnya setelah bertanya kurang lebih 6 kali dan sempat kesasar beberapa kali kami nyampek juga di kampus shiuiyuan. Langsung kucari sepedaku dan alhamdulillah sepeda itu masih dalam keadaan segar bugar. Banyak sepeda lain yang juga ada di daerah itu, bahkan ada yang sudah tidak lengkap lagi karena bannya atau sadelnya sudah dicopotin karena mungkin lama tidak diambil pemiliknya.

Subhanallah walhamdulillah ternyata sepeda itu masih rejekiku🙂 . Namun sepeda itu dirantai dengan sepeda yang lain. Aku pergi ke petugas dan meminta untuk membukakan rantai yang ada disitu. Setelah mengisi form pengambilan sepeda akhirnya kudapatkan lagi sepedaku. Terima kasih ya Allah, aku merasa kehilangan sekali kalau sepeda bener-bener hilang karena dialah yang menemaniku pergi ke kampus yang jaraknya sekitar satu kilo dari dorm, menemaniku ke masjid besar setiap jumat, ke masjid kecil setiap minggu (jaraknya 2 kiloan) atau ke pasar yonghe untuk cari buah. Sudah terbayang kalau nggak ada sepeda itu bakal banyak waktuku yang tersita untuk jalan kaki ke tempat-tempat yang biasa aku kunjungi.

Mungkin aku kurang bersyukur dengan sepeda ini dengan memarkirnya di tempat yang salah, sehingga aku diperingatkan dengan kejadian ini. Hm…. membayangkan jalan kaki ke kampus syiyuan rasanya aku harus lebih hati2 lagi kalau parkir. Thanks buat bu erma yang telah menemaniku mengambil sepeda kesayanganku😀

14 Komentar

  1. Januari 19, 2007 pada 8:17 pm

    he he
    qta baru sadar butuhnya setelah kehilangan

    alhamdulillah ketemu🙂
    qta jalan2 pake sepeda lagi yuk

  2. Erma said,

    Januari 19, 2007 pada 11:09 pm

    Sama-sama bu, tanpa sepeda itu mungkin saya juga kemana-mana jalan kaki, karena sepeda itu juga yang membawa kita kemana-mana.
    Lain kali mesti lebih perhatian kali ya, supaya sepeda tidak pindah tempat.
    Atau kalau memang ingin J J S or J J P bisa juga tuh diulangi, entar kita ambil lagi he..he..he

  3. Budi said,

    Januari 19, 2007 pada 11:19 pm

    Ha??? judul posting ini koq mirip kayak punyaku ya? Ya, meskipun beda topik😀

  4. dewa pribadi said,

    Januari 19, 2007 pada 11:45 pm

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
    wah … kalo dari penjelasan ibu kayaknya di taiwan lebih banyak mhs dan dosen yang pake sepeda ketimbang sepeda motor … daripada di indonesia …
    ngebayangin kuliah disana pasti asyik … bebas polusi, bebas asap knalpot, dan bebas gengsi (buat yang g punya spd motor seperti saya ) ..
    anyway … semoga sukses deh bu sampai kuliahnya selesai …
    semoga bu umi bisa membawa budaya tersebut ke ITS😀
    anyway .. mungkin bagus juga nih bu kalo lebih banyak cerita tentang taiwan dan foto2 nya
    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

  5. Luthfi said,

    Januari 20, 2007 pada 1:46 am

    🙂 🙂

  6. e-RNA said,

    Januari 20, 2007 pada 10:22 am

    Alhamdulillah ketemu dan hanya dipindahkan. Coz bnyk yang hilang karena ada tangan usil yang mengambil. Jadi ingin bercerita ttg sepedaku juga hihihi..main2 ke blog friendster ku yah..tp ga bisa ksh comment klo bukan anggota, but it’s okay. kpn2 kita sepeda santai yuks bareng2 keliling NTU :p

  7. lawrance said,

    Januari 20, 2007 pada 12:28 pm

    walah asyik ya bersepda jaman sekrang,,, saya mah masih terbebani gengsi untuk bersepeda,, maklum mental orang indonesia yang gengsian,, hahahaha

  8. Arie DS said,

    Januari 20, 2007 pada 8:21 pm

    Selamat! Lain kali harus hati2 parkir sepeda. Tidak semua sepeda hilang ditaruh di kampus itu. Ada yang diletakkan di tempat lain.

  9. yuhana said,

    Januari 21, 2007 pada 1:29 am

    >Bu iin, bu erma, mbak Erna, Pak Arie
    Iya.. bener sesuatu terasa nikmatnya ketika ia jauh atau hilang dari kita. Kapan sepedaan keliling2? tak tunggu lho
    >Budi…
    Kebetulan kali ya, harinya juga hampir sama. Hati-hati bud naruh sepeda motornya.
    >Dewa, Laurence
    Kalau disini dari profesor sampai mahasiswa biasa bersepeda, malah jadi kendaraan umum di kampus karena sehat dan tidak menimbulkan polusi. Kalau di Indo kayaknya memang masih kalah sama gengsi. Disini dari sudut fungsi. Profesor naik mobil juga tapi kalau di dalam kampus kadang naik sepeda juga.Kalau mahasiswa yang rumahnya jauh ya naik sepeda motor atau MRT (kereta api bawah tanah) atau bus.
    >Lutfi😀

  10. Anang said,

    Januari 23, 2007 pada 9:29 am

    turut berduka cita…

  11. Thamrin said,

    Januari 23, 2007 pada 7:51 pm

    Gila yach, salah parkir sepeda saja bisa repot begitu, padahal cuma lewat garis sedikit. Bayangkan kalau disini…🙂

  12. Adzrin said,

    Januari 28, 2007 pada 6:29 am

    sila buka laman ini :

    http://nii-alzaytun.blogspot.com

    cakap seru !!!

  13. bahtiar said,

    Maret 5, 2007 pada 6:59 pm

    sepeda untung🙂

  14. ARIO said,

    Maret 8, 2007 pada 9:16 pm

    He3x… judul posnya secara umum mirip dengan weblog saya… http://www.almuhandis.wordpress.com...


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: