Jadi Tuhan itu bukan manusia ?

Pertanyaan ini muncul dari teman lab saya yang bernama Peter. Banyak teman-teman saya yang tidak percaya agama dan bahkan tidak beragama. Namun begitu mereka sangat menghargai orang yang menjalankan agama.

Alhamdulillah saya mendapatkan teman-teman lab yang baik. Kami sering bercerita tentang budaya ataupun kepercayaan dan agama. dan mereka tidak sungkan untuk bertanya tentang agama saya. Awalnya mereka pikir saya aneh, selalu menggunakan kerudung dan tidak pernah memakai baju pendek, bahkan pada saat musim panas sekalipun.

Terkadang ketika jalan di jalan, ada orang yang melihat terus dan sempat kaget, mungkin pikir mereka panas-panas begini kok pakai pakaian seperti itu. Ketika mereka bertanya kenapa saya selalu mengenakan kerudung akhirnya saya beritahu kalau dalam agama Islam perempuan diwajibkan mengenakan pakaian yang menutup seluruh anggota tubuhnya kecuali wajah dan tangan ketika keluar rumah.

Kembali ke Peter, dia bertanya ketika tahu saya sholat, sering saya sholat di kampus meskipun tidak ada mushola disana. Yah berbekal sajadah saya selalu mencari tempat atau ruang kosong yang sedang tidak digunakan untuk menunaikan sholat, tentunya mencari tempat yang bersih. Jarak kampus dengan asrama saya lumayan jauh, jadi kalau harus pulang ke asrama cukup menyita waktu, apalagi seringkali ada kuliah diwaktu2 itu.

Kenapa Peter bertanya hal ini? karena dalam keyakinannya Tuhan adalah manusia, menurut Peter patung-patung yang ada di kuil dulunya adalah orang yang baik dan berjasa, kemudian orang-orang di jaman berikutnya membuat patung untuk menghormatinya dan melakukan persembahan. Maaf jika ada yang kurang berkenan dengan tulisan saya ini, ini cuman ungkapan pengalaman yang saya alami.

Saya bilang ke Peter bahwa Tuhan saya, Tuhan seluruh alam bukanlah manusia, Dia juga bukan malaikat, ataupun makhluk yang lain. Maha suci Allah yang tidak sama dengan makhluk-Nya. Dialah yang menciptakan manusia dan seluruh alam semesta ini kemudian mengatur dan memeliharanya. Kembali Peter bertanya, “Berarti Tuhan memiliki kekuatan super power ya ?”. “Iya”, jawabku. Lalu dia bertanya lebih lanjut, “Lalu kenapa kalau Dia mempunyai kekuatan super power dia tidak menciptakan bumi yang penuh dengan keindahan dan kebahagiaan, tanpa penyakit, tanpa bencana dan tanpa hal-hal yang bisa merusaknya ?”. Hm…. kritis juga pertanyaannya.

Akhirnya aku jawab dengan pengetahuan yang aku miliki. Wallahu a’lam, semoga Allah mengampuniku jika jawabanku ada yang kurang tepat. Aku cerita, menurut kitab suci Al-Qur’an (kitab suci agama islam) disitu disebutkan bahwa dahulu hanya ada surga yang ditempati oleh malaikat, jin dan iblis. Surga adalah tempat yang penuh keindahan dan kenikmatan. Kemudian Allah menjadikan manusia pertama, Adam yang terbuat dari tanah dan diberikan kelebihan pengetahuan dibandingkan dengan malaikat, jin dan iblis. Oleh karenanya malaikat, jin dan Iblis diminta untuk sujud menghormati Adam, namun Iblis menolak karena merasa lebih baik dan karenanya ia dihukum seperti yang disebutkan dalam QS. Al-A’raf 11:18;

 
11 Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: “Bersujudlah kamu kepada Adam”; maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud.
12 Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis: “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”.
13 Allah berfirman: “Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina”.
14 Iblis menjawab: “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan”.
15 Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.”
16 Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,
17 kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (ta’at).
18 Allah berfirman: “Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya”.

Setelah iblis diturunkan dari surga dan tetaplah Adam bersama istrinya Hawa di surga, dan Allah melarang mereka untuk mendekati sebuah pohon. Namun karena rasa iri dan dengki, maka iblis (=syaitan) menggoda Adam dan Hawa agar memakan buah tersebut. Dan akhirnya Adam dan Hawa memakan buah tersebut, kemudian karena melanggar larangan Allah, mereka diturunkan ke bumi seperti yang tertuang di dalam Al-Qur’an surat Al-A’raf ayat 19-27 :

 
19 (Dan Allah berfirman): “Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim”.
20 Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: “Tuhan kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga)”.
21 Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. “Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua”,
22 maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: “Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?”
23 Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi”.
24 Allah berfirman: “Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan”.
25 Allah berfirman: “Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.
26 Hai anak Adam sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.
27 Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.

Begitulah dulu awal kehidupan di dunia dan nantinya kita semua akan dimintai pertanggungjawaban akan segala yang kita lakukan di dunia dan akan mendapatkan balasan yang sesuai (surga atau neraka).

Peterpun terlihat mengerti dengan apa yang saya katakan, tetapi masih banyak lagi pertanyaan yang sering dia tanyakan yang kadang kala saya merasa kewalahan untuk menjawabnya. Tidak hanya Peter yang bertanya, temen-temen yang lain juga sering menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan Islam dan apa yang dilakukan didalamnya. Mungkin temen-temen muslim lain yang tinggal di negeri yang minoritas muslimnya juga akan mengalami hal seperti yang saya alami. Semoga Allah senantiasa memberikan hidayah-Nya pada kita semua, aamien

15 Komentar

  1. April 5, 2007 pada 10:52 am

    selamat berdakwah di pulau formosa Mbak
    keep istiqomah !!!

    >yuhana:
    makasih dik, sama-sama, semangat yuk !!!

  2. qyut said,

    April 6, 2007 pada 1:38 am

    aku suka dakwah yang seperti ini, lebih mengena…
    semoga bisa menghapus image buruk terhadap Islam
    gambatte….

    >yuhana:
    aamiin

  3. endro said,

    April 9, 2007 pada 1:36 pm

    Salam Kenal Mbak..
    Terus berdakwa..semoga selalu di Rahmati Allah..Amiin

    >yuhana:
    aamiin… salam kenal juga ya

  4. riza said,

    April 19, 2007 pada 5:41 pm

    Kejar terus Bu🙂. Terus berdakwah.
    Semoga Allah menerima semua amalan qta

    >yuhana:
    aamiin, thank riz, ibu juga masih perlu banyak belajar untuk senantiasa mendekatkan diri padaNya

  5. leeya said,

    April 20, 2007 pada 2:32 pm

    salut banget dengan anda bu…ditengah2 lingkungan yg minoritas muslim anda sangat gigih berjuang untuk selalu mencari ridho Allah swt. i hope u always keep fight n saya berdoa semoga ibu tabah n sabar amin….
    Salam kenal ya bu…

    >yuhana:
    aamiin, makasih leeya, semoga kita juga senantiasa mendapatkan rahmat, hidayah dan bimbinganNya… aamiin. Salam kenal juga ya

  6. hafiz said,

    April 23, 2007 pada 8:45 pm

    Salut dengan dakwahnya! Kalau menurut saya sudah mendetail dan komplit sekali penjelasannya pada om Peter itu, saya sendiri pasti belum mampu mengucapkan yang seperti itu..

    >yuhana:
    makasih fiz, saya juga lagi belajar kok, justru disini saya mendapatkan banyak pertanyaan yang tidak pernah saya dapati ketika di Indonesia, pertanyaaan yang bermacam-macam dan perlu banyak berpikir, membaca, dan belajar yang secara tidak sadar akan semakin membawa kita untuk lebih mengenal diri kita, hakikat kita dan lain-lain. Saya bersyukur sekali diberi kesempatan untu berjodoh dan berada di tempat seperti meski untuk beberapa waktu tertentu.

  7. Zaloe said,

    Mei 2, 2007 pada 11:06 pm

    Senang surfing di blog ibu yuhana ini. Banyak materi yang bisa saya ambil manfaatnya. O ya, Saya pernah baca sebuah kisah dalam sebuah buku filsafat ketuhanan, maaf kalau mungkin cara saya bertutur tidak sebagus tulisan aslinya. Seorang ulama diundang dialog ttg ketuhanan oleh sekelompok atheis yang menganggap bahwa tuhan itu tidak turut andil dalam penciptaan alam semesta. Karena alam semesta ini jadi dengan sendirinya melalui evolusi dan revolusi yang berulang, dan ilmu pengetahuan bisa membuktikannya.

    Hari dan waktu yang sudah ditentukan tiba, namun sang ulama datang terlambat. Setelah menerima umpatan dan cacian sang ulama menuturkan alasan keterlambatannya. Ada kisah seorang ulama diundang dialog ttg ketuhanan oleh sekelompok atheis, namun sang ulama datang terlambat. Setelah menerima umpatan dan cacian sang ulama menuturkan alasan keterlambatannya.

    “Maafkan saya, saya tidak menemukan satu perahupun untuk menyebrangi sungai yang memisahkan kampung kita. Namun setelah lama menunggu saya melihat sebuah pohon besar tumbang dan terpotong-potong menjadi kayu kecil-kecil. Ajaib sekali, kayu-kayu itu berkumpul dan membentuk sebuah perahu dan dayung sehingga akhirnya saya bisa menyeberangi sungai.”

    Gemuruh suara mencemooh dan tertawaan dari seluruh ruangan.

    “Gila Kamu! Kami bukan anak kecil yang bisa dikibuli dengan cerita murahan seperti itu!!!” salah satu hadirin berseru lantang dan diamini oleh yang lainnya, dan tawa mereka makin keras.

    “Gila!! Gendeng!! Edan!.. Hahaha… Gak masuk Akal!… Dusta!… Pembohong… Dasar tidak punya akal!.. Tidak Pake Logika!!!”

    Salah seorang tokoh dari mereka angkat suara sambil menahan tawa dan muka yang senang karena merasa menang… “Itulah bedanya kami, kaum intelek, dengan orang-orang kampungmu yang dengan mudah kau tipu dengan cerita dan dongeng-dongen picisan yang tidak masuk akal!” diiringi tawa yang lainnya. Serangan dan hujatan lain pun datang silih berganti, melecehkan ketololan dan kenaifan ulama tersebut yang dianggap penipu.

    Setelah agak reda, sang ulama memohon untuk angkat bicara. Dengan tenang sang ulama berkata, “saya tidak habis pikir kalau anda semua berpendapat saya gila hanya karena membicarakan sebuah pohon hidup yang bisa membuat dirinya sendiri jadi sebuah perahu kecil dan sederhana.”
    “Namun disisi lain, kalian menganggap alam semesta yang besar dan rumit namun tersusun rapi adalah sebuah kebetulah yang terjadi dari sebuah ketiadaan tanpa sebab.”

    Meskipun pelan dan tenang, rupanya ucapan sang ulama mampu menohok hati dan pikiran kebanyakan hadirin. Beberapa diantaranya masih berusaha membela keyakinan yang mulai memudar. Dialog pun dilanjutkan namun dengan kesederhanaan pemikiran sang ulama banyak mementahakan argumen-argumen dari kaum atheis. Sebagian hadirin sudah mulai ragu dengan kayakinannya namun juga belum bisa menerima konsep ketuhanan yang dituturkan sang ulama. Dialog selesai tanpa ada kesimpulan yang berarti. Namun dalam setiap pikiran dan hati para hadirin sekarang terbersit sebuah pertanyaan kecil yang belum terjawab…

    “Siapakah sebenarnya sumber, inspirator, kreator dan regulator alam semesta ini?”

    Teori dan Konsep ketuhanan adalah suatu konsep yang sangat mudah namun juga susah.. ini adalah rahasia SANG PENCIPTA (rabb) untuk memberikan hidayahnya. Perjalanan Ibrahim dalam mencari tuhan adalah sebuah perjalanan manusia yang menggunakan akal dan pengetahuannya untuk mencari tuhan yang benar. Saat ayahnya membuat patung, dia berpikir masa tuhan diciptakan oleh ayahnya? Saat melihat bintang dia fikir bintanglah tuhan.. saat melihat bulan, bintang jadi bukan tuhan Saat pagi matahari datang dia pikir mataharilah tuhan itu karena lebih besar dan sinarnya lebih terang. tapi saat malam kembali datang ibrahim berpikir, tuhan tidaklah mungkin tidur atau menghilang, dia berpikir kepada apa/siapa harus menyembah kalau malam hari tuhannya (matahari) hilang.

    Cerita Sidharta Gautama dalam mencari kebenaran dan tuhan adalah sebuah perjalanan panjang. Perjalanan tokoh-tokoh lain, ilmuwan terutama, adalah sebuah bukti nyata kalau akal dan pengetahuan dapan menjadi penunjang konsep ketuhanan kita yang sebenarnya.

    Untuk informasi, saya dan teman-teman di Jakarta, Cianjur, Subang, Sukabumi dan beberapa tempat lainnya diseluruh dunia sedang berusaha melakukan dialog yang tidak emosional tentang ketuhanan. Kalau punya waktu senggang, baca dan pelajari filsafat ketuhanan apapun, namun jangan dijadikan sebagai kebenaran mutlak.. kemudian coba baca dan pelajari filsafat ketuhanan yang lainnya. Ada benang merah yang bisa kita temukan dari ilmu-ilmu filsafat tersebut. Wah Kepanjangan yaaa??

    Ok dech Nanti disambung lagi, dah malem di Jakarta.. hehehhee

    >yuhana:
    Thanks Zaloe, tulisannya semakin melengkapi tulisan saya diatas🙂

  8. ichsan231 said,

    Juni 27, 2007 pada 10:37 am

    Wah bagus ceramahnya semoga Peter sadar…..

    >yuhana:
    he he he aamiin…

  9. Tianchantik said,

    Juli 7, 2007 pada 7:48 pm

    Subhanallah..!!!semangat Terus tuk di Jalan Dakwah mu…..!!!

    >yuhana:
    Thanks Tian, mohon doanya selalu ya…

  10. heru ss said,

    April 10, 2008 pada 12:24 pm

    Ass. jadi Ingat Adam di surat Al Baqaroh,
    “Adam menjadi Inspirasi Manusia menggapai sukses”

    Dan Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

    Diciptakan dgn potensi Fisik yg dahsyat. Untuk menghadapi episode rumitnya kehidupan yg dahsyat. “penuh kerusakan dan pertumpahan darah,

    Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!” (2:31)

    Jangan kuatir ada Pembekalan pengetahuan, akal yg cerdas

    Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini”. Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: “Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?” (2:33)

    Learning, belajar dan mengajar. Mencari solusi

    Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. (2:34)

    Punya pendukung dan musuh

    Dan Kami berfirman: “Hai Adam diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang dzalim. (2:35)

    Ada perintah dan larangan, diuji
    Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan”.
    Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang. (2:37)

    Tabiat nya lemah, kadang tdk tahan uji, tapi diberi peluang ampunan. Luar biasa.

    Itulah modal hebat dari Allah yg Maha pemura Maha Penyayang.
    manusia, mengarungi bahtera kehidupan yg berat tetapi sebenarnya mempunyai bekal yg cukup dalam untuk menyongsong kebahagiaan sejati.
    Betapa Maha Penyayangnya Allah SWT.

    Siapkah manusia di arena dunia????
    Jangan kuatir Allah selalu memotivasi Hambanya.

    Kami berfirman: “Turunlah kamu semua dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati”. (2:38)

    Satu bekal lagi, tak ternilai, kunci sukses petunjuk “Islam & Qur’an. Petunjuk dan teladan para Rasul.
    Kurang apakah…
    Semoga hambaNya tahu diri.

    Satu lagi yg amat menenangkan hati, jaminan Allah SWT. : penutup al baqaroh :

    Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo`a): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. (2:286)

    Untuk sukses, Manusisa yg telah dianugerahi berbagai macam instrumen sukses, terus ihtiar+tawaqal dan yakin ada Garansi Sukses. amiin. wass/heru
    Wass./ http://www.iq-sukses.net

    >yuhana:
    Terima kasih bang heru atas tambahannya. Memang manusia adalah makhluk sempurna yang diciptakan oleh Allah lengkap dengan sarana, ujian dan lain-lain. Semoga kita termasuk hambaNya yang bersyukur dan senantiasa dilindungi dari godaan syaithon yang terkutuk.. aamiiin

  11. widayat said,

    April 27, 2008 pada 9:47 am

    Assalamualaikum Wr.Wb

    Saya sudah baca beberapa tulisan anda termasuk tentang anda sholat dikampus,nampak anda hidup diminoritas muslim seperti saya cuman bedanya anda seorang pelajar/intelek sedang saya seorang pekerja/kuli……dan tentang menjalankan kewajibanmu juga mirip dg apa yg saya lakukan,bermodal sajadah dan berusaha mencari tempat yg bersih ,klu anda mungkin tidak terburu2 sedang saya mengambil waktu ditengah jam kerja jadi saya terkadang berusaha mengkondisikan keadaan saya untuk slalu wudhu jd saat saya kerjakan sholat tdk saya gk menyita jam kerja terlalu lama,karena tdk ada ijin dari perusahaan untuk kegiatan ibadah saat jam kerja,sebuah kehidupan yg cukup membelenggu hati saya tapi saya tetap berusaha memenuhi panggilan rabbku dg cara sembunyi – sembunyi,sebenernya saya malu kepada rabbku ,tapi mungkin inilah episode yang harus saya jalani.ada pengalaman pribadi dari saya yang sedang jadi kuli……dulu saya biasa sholat disamping perusahaan tepatnya saya biasa gelar sajadah saya diantara selokan dan dinding bangunan,saya biasa sholat asar disitu dan aku tak tahu klu sholat saya itu ada yg mengawasi,seorang kakek tu.sajadah selalu kutinggal gk jau dari tempat saya sholat dan saya selipkan dipipa air.pada suatu hari tiba – tiba hujan turun dalam hati duhhh….sajadah mungkin basah tapi mesti gmn,saat sholat tiba saya bergegas hendak menunaikan kewajiban sampai ditempat saya kaget..ketika melihat sajadahku tak ada,duhhhh….terbawa anginkah..?(karena disini klu hujan angin biasanya kencang)saya agak panik dan bingung kmna perginya,rabb tak kasihankah kau padaku dalam hati bgtu,maaf saya ada sedikit negatif saat itu karena saya berusaha memenuhi panggilan kok sarana untuk sujud gak ada.tapi mata saya tiba – tiba tertuju kepada sebuah
    kotak putih terbuat dari gabus,dg tdk ada maksud apa – apa saya buka kotak tersebut dan saya tersentak sajadah yang sebelumnya saya sangka basah kena air hujan,dan hilang terbawa angin ternyata oleh Allah diselamatkan dan kering rapi ada dalam kotak gabus tersebut,hujan saat itu sdh reda 3 menit untuk 4 rakaat saat itu mampu membuat berlinang mata seorang kuli seperti saya….dalam hati ternyata benar kalau Allah itu memberi pertolongan dengan tidak diduga – duga.Allah gerakkan hati seorang kakek yang sering mengawasi saya padahal dia bukan orang Islam tapi dia juga mahluk ciptaan Allah.kisah saya ini tertulis pertama pada blog anda nyonya/mbak/ibu mana yang pantas untuk menyebut nama anda saya tidak tahu.

    Sekian cerita dari Negeri SAKURA

    Wasalam

    >yuhana:
    Subhanallah, saya merinding baca pengalaman pak/mas widayat. Terima kasih telah berbagi dalam blog saya ini. Memang ketika kita berusaha menjalankan perintahNya insya Allah Allah akan senantiasa memberikan pertolongan dari arah yang tidak kita duga-duga. Semoga kita senantiasa berada dalam petunjuk, rahmat, hidayah, dan bimbinganNya serta selalu istikomah dalam menjalankan seluruh perintah dan menjauhi laranganNya.. aamiin.
    Siapapun kita, dari manapun kita Allah hanya melihat derajat kita dari ketaqwaan kita, semoga kita termasuk dalam orang-orang yang memiliki derajat yang tinggi di sisi Allah SWT. aamiiin…

  12. rahmat said,

    April 3, 2009 pada 1:01 am

    Tuhan adalah sebab yang tak bersebab dan Tuhan adalah sebab yang melahirkan sebab….yakin usaha sampai !!!!! truz berdoa dan berusaha ..insya Allah petunjuk akan membimbing

  13. yusuf said,

    Juni 4, 2009 pada 1:00 am

    Alhamdulillah, semoga ibu dalam lindungannya untuk menuntut ilmu di negeri orang. saya hanya berkata bahwasanya Logika akan terasa benar adanya dari pada keyakinan yang tak mampu untuk di jelaskan.

    Alkisah yang bersumber dari Al-Qur’an adalah hal nyata, yang kemudian jika di kaji kembali dengan logika maka banyaklah kenyataan yang menjadikan seseorang murtat (tdk percaya) mengapa ? karena gugur dgn sendirinya.

    contoh : Jika Tuhan memiliki kekuatan Super power.
    1. Mengapa tuhan dapat di bantah oleh sang iblis dan membiarkan iblis tetap hidup ?.
    2. Kemudian membiarkannya untuk menggoda Adam dan istirnya ?
    3. Bukankah Dia adalah Maha Kuasa ?

    Maha Suci Allah, semoga ini bukanlah hal menantang untuk menggugah jawaban mbak. namun saya hanya mencoba untuk mencari kebenaran melalui logika.

  14. rama said,

    Desember 21, 2009 pada 2:58 pm

    asalamualaikum wr,wb.

    sblum nya saya salut terhadap dakwah mbak karne brani berdialog dn org” yg tidk mempercayai ada nya tuhan

    tapi apakah saya blh bertanya pada mbak
    saya msh bingun dengan maksud kata kata
    “dimana km menghadap di situlah tuhan mu”
    nahh brati dngan kata kata seprti ini org yg tidak tao maksud nya dan tujuan nya ia bisa menyubut di sekeliling nya itu tuhan dan ini akan berakibat murtad nya seseorang

    saya harap mbak bisa menjawab ke bingungan saya
    maapp klo ada kata kata yg kurang berkenan
    terima kasih
    wassalamialaikum wr,wb

  15. Rizal Al-Muhammady said,

    Oktober 8, 2010 pada 6:16 pm

    Semoga Allah swt senantiasa melindungimu. Amin.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: