Menyikapi Kesempitan Rezki

Seringkali kita mengeluh apabila kita merasakan kesulitan atau kesempitan rezki. Lalu apasih yang dimaksud dengan rezki? Dari berbagai sumber yang saya baca rezki bisa memiliki banyak arti seperti uang, harta kekayaan, kesehatan, jabatan, iman, kesejahteraan, ketentraman dan lain-lain.

Jika kita merasa sakit maka menurut saya itu termasuk mengalami kesempitan rezki, atau mungkin pekerjaan yang tak kunjung datang bagi yang telah lulus sekolah ataupun kuliah, atau yang belum menemukan jodoh atau juga bagi yang yang telah menikah dan belum dikarunia putra, dan banyak kesempitan-kesempitan lain yang seringkali membuat hati kita merasa sedih ataupun sesak.

Lalu gimana sebaiknya jika kita mengalami kesempitan rezki? Subhanallah, sebenarnya Allah telah mengajarkan kepada kita salah satu cara mengatasi kesempitan melalui firman-Nya dalam surat “Ath-Thalaaq (65) ayat 7” yang artinya “Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan”.

Ternyata konsep sedekah, infaq, zakat, menyantuni fakir miskin serta anak yatim merupakan salah satu jalan mengatasi kesempitan kita selain juga mampu mengatasi kesulitan orang lain (dalam hal ini fakir miskin, anak yatim orang-orang yang layak menerimanya). Selain mengamalkan ayat ini tentulah kita harus berusaha.

Banyak sudah cerita-cerita yang bisa kita petik hikmahnya tentang keajaiban sedekah. Menurut saya ini karena Allah telah berjanji dalam ayat tersebut bahwa Dia akan melapangkan rezki bagi orang yang menyedekahkan sebagian hartanya. Dan Allah adalah sebaik-baik pembalas janji. Maha benar Allah dengan segala firmanNya.

9 Komentar

  1. galih said,

    Mei 4, 2007 pada 10:46 pm

    Ada satu filosofi yang saya pelajari dari ibu dan ayah saya waktu beliau berpesan kepada saya, “Ketika kita melakukan kebaikan kepada orang lain, menolong orang lain, mungkin bukan orang tersebut yang akan membalas kebaikan kita, namun orang lain yang akan menolong kita sebagai balasan kebaikan kita. Atau mungkin juga bukan kita yang menerima balasan, tetapi anak turun kita yang akan menerima balasan kebaikan tersebut. Maka, biasakanlah nandur kebecikan (Jawa: menanam kebaikan) dan janganlah mengharapkan untuk memetik buahnya dari orang yang kita beri kebaikan tersebut. Yakinlah bahwa kebaikan itu tidak akan sia-sia.”

    nice artikel bu. keep writing hehehehe🙂

  2. yuhana said,

    Mei 9, 2007 pada 9:16 am

    >galih
    Iya lih, aku jadi inget juga apa kata bapak dan ibuku. Beliau berdua berpesan hal yang sama untuk nandur kebecikan.
    Bapak juga berpesan jangan lupa untuk selalu menyisihkan sebagian harta kita untuk yang berhak, karena itu hak mereka, kalau kita tidak menyisihkannya maka Allah akan mengambilnya dengan jalan yang lain yang bisa jadi menyakitkan.

  3. anggaxusay said,

    Juni 11, 2007 pada 4:23 pm

    kata abangku, jika kita berbuat baik pada dasarnya kita sedang berinfestasi, yang tidak lain dan tidak bukan ya untuk kita juga… suatu saat akan kembali kepada kita, cepat atau lambat, kini atau kelak, dan dalam berbagai bentuk yang mungkin tidak pernah kita kira. kebaikan yang keluar dari diri kita laksana medan magnet positif, yang memancar ke penjuru ruang dan akan terpantul kembali kepada kita pada saat dan waktu yang tepat…. tetap saling berbuat baik, saling mengingatkan, dan saling meneguhkan dalam amal kebajikan

  4. ichsan231 said,

    Juni 15, 2007 pada 10:34 am

    Niat dan berbuat, konon orang niat harus segera berbuat (maqrunatun bi fi’lihi ) kalau sedekah itu bagus untuk menarik rizki tapi itu baru memunculkan hope= harapan, padahal harapan tanpa berbuat adalah sia-sia, kesimpulannya ya sedekah ya bekerja

  5. Zulle said,

    Juni 26, 2007 pada 12:48 pm

    Memberi=investasi

  6. didi said,

    Juli 7, 2007 pada 8:05 am

    ada orang yang mengidentikan rezeki dengan uang dan materi semata. padahal rezeki juga bisa berarti kesehatan, cinta, persahabatan, iman, kebahagiaan. bisa saja ada orang yang kemana2 pakai sepeda, tapi hatinya serasa menaiki honda jazz. namun ada yang naik honda jazz tapi hatinya serasa naik sepeda, atau hatinya sesempit merica. bila melihat mobil kawannya lebih bagus dia jadi gelisah gak karuan. dibalik sedekah ada kekayaan, lihatlah senyum dan doa orang kita beri. kebahagiaan dari memberi tak bisa tergantikan dengan sekedar menimbun materi.

  7. DODY said,

    September 19, 2007 pada 1:14 pm

    EEEH SHLT DHUHA DONG,

  8. muktapin said,

    Februari 11, 2009 pada 5:24 pm

    Menurt aku namanya rejeki takan pernah hilang cuma kadang kita ga brsukur pada yg kuasa

  9. muktapin said,

    Februari 11, 2009 pada 5:32 pm

    K ebaikan takan tertukar dgn kebaikan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: