Liburan …. oi

Alhamdulillah liburan musim panas tiba. Bersyukur dapat ijin dari profesor untuk pulang ke indonesia menjenguk keluarga. Tanggal 7 juli 2007 kemaren bersama 7 orang rekan yang lain, irma (NTU), bu erma(NTUST), pak bambang(NTUST), pak teguh(NTUST), ajun (NTUST),  dik iin (NTUST)  dan  pak Data(NTUST).

Alhamdulilla perjalanan lancar. Cuman ada satu yang jadi ganjalan ketika nyampe di bandara. Kita semua tahu bahwa taiwan adalah salah satu tempat para pahlawan devisa untuk mencari uang. Jadi banyak yang berpikir sebagian besar yang melakukan perjalanan dari atau ke taiwan adalah TKW dan TKI.

Dalam hati nurani saya menolak ketika ada perlakuan yang berbeda, pandangan yang berbeda, seolah “memandang rendah” pada mereka.Waktu itu ada seorang ibu2 beserta dua orang anaknya. Sepertinya mereka habis liburan ke taiwan atau mengunjungi keluarga mereka. Anehnya, saat pengecekan visa waktu keluar dari bandara, mereka ini peduli” banget pada TKW ataupun TKI. Memang loket pengecekan dibedakan, mungkin untuk mempermudah petugas dalam pengecekan surat2. Ibu2 ini dengan sinisnya menegur kami, “Mbak-mbak, loket TKW disebelah sana lho, jangan antri disini”, begitu dia bilang dengan agak sinis dan PD. He he he, kami senyum-senyum aja (kami dianggap TKW juga he he he). Ibu itu antri di belakang saya. Begitu tahu saya bisa keluar tanpa harus pindah ke loket satunya, ibu itu seolah tersipu-sipu, mungkin malu.

Tapi ada yang bilang, perlakuan di bandara surabaya masih manusiawi dibandingkan perlakukan di bandara sukarno hatta Jakarta. Ada yang bilang temen2 TKW/TKI nggak boleh dijemput keluarganya. Pintu keluarpun dibedakan dan terkadang masih ada pemerasan terhadap saudara-saudara kita ini. Mengapakah orang masih membeda-bedakan? bukankah kita terlahir sama tanpa apa-apa dan akan kembali kepadaNya tanpa apa-apa? Bukankah Allah menyebutkan bahwa derajat manusia di sisinya berbeda tergantung amal perbuatan dan ketaqwaannya? bukan berdasarkan nasib, pangkat atau harta yang dimilikinya? Bisakah kita menghargai orang tanpa melihat dulu nasib, kekayaan atau pangkatnya?

Bagaimanakah perasaan kita jika dibeda-bedakan?

7 Komentar

  1. ario said,

    Agustus 1, 2007 pada 9:59 am

    AsS…
    Koq bisa ya bu? baru tahu saya.. akhir2 ini, banyak membaca and nonton kisah para TKI di LN.. kasihan sekalii ya.. disatu sisi kadang saya menyalahkan mereka kenapa harus rela kesana. tapi disi lain, cuma ini yang bisa mereka lakukan untuk mendapatkan penghidupan yang lebih layak… Indonesia2… Semoga kedepannya semakin baik…
    BTW.. sekarang udah balik ke taiwan ya bu?

  2. omenia said,

    Agustus 1, 2007 pada 5:00 pm

    Bu yuhana,

    Temannya mbak Izzah (isteri pak lukman dosen material ITS) ya waktu di Taiwan? saya adiknya he3x…

    makasih,

    Abdullah Eli, C0F

  3. Seger Hasani said,

    Agustus 7, 2007 pada 12:17 pm

    Dibeda-bedakan bisa menjadi suatu bencana atau rahmat, tergantung bagaimana kita menanggapi. Jika kita tanggapi hanya dengan ketersinggungan saja, emosi, atau marah saja tentu hanya akan jadi bencana. Akan tetapi jika kita jadikan cambuk atau tantangan, maka kita bisa menjadi inspirasi untuk lebih keras lagi berjuang agar tidak dibeda-bedakan lagi.

    Nealson Mandela bisa menjadi pejuang melawan apharteid yang hebat juga karena awalnya dibeda-bedakan. Mungkin banyak juga dari kita kadang diremehkan teman karena bodoh atau miskin. Akan tetapi itu menjadi cambuk bahwa kita harus berjuang lebih keras lagi agar sikap mereka yang semula merendahkan kita bisa berbalik menjadi menengadahkan kepala kepada kita. Asal kita mau berubah dan berjuang mewujudkannya.

  4. ichsan231 said,

    Agustus 22, 2007 pada 11:08 am

    Hello Yuhana

  5. y4ff4 said,

    September 3, 2007 pada 3:04 pm

    yach …begitulah nasib TKW yang dipandang sebelah mata. Mereka seperti enggan untuk dekat dengan kami. Pengalaman saya dengan teman chat, setelah tahu saya berada di taiwan, dia bilang “jadi kamu itu TKW to?”
    Dan semenjak itu dah gak mau kontak lagi. OH nasib jadi TKW …..

  6. sugeng said,

    November 3, 2007 pada 2:49 pm

    kalo mau menyalahkan…..yang paling berdosa atas nasib buruk yang dialami TKW adalah pemerintah……..dalam hal ini para pegawai pemerintah banyak yang licik….curang….bodoh…..tolol hampir merata dalm semua departemen…

  7. kulinerjogja said,

    April 1, 2012 pada 2:06 pm

    Bener mb klo di sana loket utk tkw dipisah, tapi pelayanannya sama bagusnya dengan penumpang biasa… Pelayanan umum di Taiwan emang perlu ditiru di Ind…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: