Rejeki tak terduga

Setelah satu bulan absen jumatan di masjid besar karena ada lab meeting jam 12 sd jam 2, alhamdulillah jumat kemaren saya bisa datang lagi ke masjid besar untuk sholat jum’at berjamaah sembari bertemu temen-temen muslim dari Indonesia dan juga membeli daging halal.

Selain ngobrol dengan mahasiswa saya biasanya juga bersilaturahmi dan bercakap2 dengan muslim Indonesia yang bekerja di negara formosa ini. Tak heran jika kami saling akrab. Banyak mbak-mbak yang menanyakanku karena lama nggak ketemu.

Siang itu, tak sengaja saya kenalan dengan rekan dari Indonesia yang ternyata bekerja di keduataan arab saudi di Beito, Taiwan. Kamipun terlibat dalam pembicaraan, tanya2 keluarga dan kehidupan disini. Tak kusangka, ketika sholat jum;at usai, mbak lela, demikian saya memanggilnya, memberikan saya 2 kg kurma (yang saya baca merupakan hadiah langsung dari pemerintah arab saudi). Subhanallah, aku tercengang ketika menerimanya, kami barusan ketemu, dan pertemuan ini bukanlah pertemuan yang disengaja. Tak lupa saya sampaikan terima kasih.

Sepanjang jalan sampai dengan pulang saya berpikir, seperti inilah contoh rejeki yang tidak terduga. Allah memberikan rejeki kepada siapapun yang dikehendaki. Pernah dalam hati terbersit, keinginan memberikan kurma kepada temen2 satu lab selepas ramadhan usai, sekedar untuk memperkenalkan kepada mereka bagaimana budaya dalam islam ketika puasa kita berbuka dengan kurma. Namun sangat sulit sekali mendapatkan kurma di sini, tidak seperti di Surabaya yang setiap saat bisa pergi ke Ampel untuk membeli kurma.

Sepulang dari masjid, langsung kukayuh sepeda kembali ke lab dan kuberikan sebagian kurma itu kepada temen2 labku. Alhamdulillah mereka menyukainya. Terima kasih ya Allah, Engkau wujudkan keinginanku ini melalui rejeki yang tak terduga yang engkau berikan. Kalau kita pikir2 sepertinya banyak sekali rejeki yang tidak terduga yang sering kita terima. Bahkan mungkin kita tak sanggup menghitungnya. Semoga kita termasuk hambaNya yang bersyukur. Aamien.

7 Komentar

  1. ario said,

    Oktober 27, 2007 pada 6:53 am

    Amiiien…

    Kalo sy tiap hari dapet rezeki tak terduga…
    Cemilan tak terduga, jabat tangan tak terduga, ilmu tak terduga, dll, dll, dl..
    tinggal kita saja memaknai ketidaterdugaannya..😀

    Nica story…
    Anyway.. bagi kurmanya do bu..??? hehehe🙂 buah favoritku.. “sekalian maksa jadi orang arab..”

    >yuhana:
    Pengennya bagi-bagi sampai ke sana, tapi gmn ya, kirim lewat ym aja ya😀

  2. benbego said,

    Oktober 29, 2007 pada 12:16 am

    namanya juga tak terduga, siapa tahu kan? klo udah tau ma, itu namanya mengharap…!😀

    >yuhana:😕 hm…. bener juga ya, kalau tahu namanya khan mengharap ya

  3. dzaia-bs said,

    Oktober 31, 2007 pada 9:14 pm

    ehm… ehm…
    kok tetangga dorm-nya nggak dapet ya…?😛

    >yuhana:
    lah.. khan dah dapat, tupperware kecilku kembaliin dong, biar bisa diisi lagi😀

  4. nRa said,

    November 2, 2007 pada 3:24 am

    ntar jumatan dimesjid lagi gak bu?
    klo dapet kurma lagi saya mo minta🙂 …

    * klo ini sih bukan rezeki tak terduga yah namanya bu… tapi mengharapkan rezeki *🙂

    >yuhana:
    he he he, Hendra bisa aja

  5. uri said,

    November 6, 2007 pada 4:52 pm

    alhamdulillah..memang kita gak bisa menduga datangnya rejeki….memang benar dengan banyak silahturahmi bisa memanjangkan umur dan menambah rejeki🙂

    >yuhana:
    iya bunda, budhe merasa memang betul itu. Gimana kabar Fathim, budhe kangen nih

  6. novy said,

    Desember 8, 2007 pada 7:50 am

    Kurma ? Wahh enak banget tuh..2 kg lagi,.. kalo ga dibagi-bagi, kapan abisnya ya ? Percaya..gak..? Dulu, aku pernah..pengennn banget punya laptop…eh secara tak terduga.. Allah memberi aku laptop. Dua tahun lalu..aku sempat terfikir…wah enak juga ya kalau kemana-mana naik mobil, dengan mobil itu aku bisa wisata rohani dan ke pengajian-pengajian. Persis..rezeki tak terduga..Allah memberikan aku mobil itu..tanpa aku perlu berkeringat. Sayangnya,.. aku termasuk orang yg sedikit bersyukur..aku ga bisa gunakan rezeki itu semua untuk ibadah kepada Allah. Astagfirullah ya Rabb.

    >yuhana:
    wah… skr mah udah habis, alhamdulillah bisa sedekah dari rejeki yang tak terduga. Katanya salah satu cara bersyukur selain menjaga pemberian itu (jika bukan barang habis), mempergunakan untuk kebaikan juga menyedekahkan. Bener nggak. Kalau mbak Novy gunakan pemberian Allah untuk hal-hal yang baik (mobil misalnya untuk wisata rohani dan pengajian) saya kira itu juga termasuk bersyukur. Atau mau sedekahkan ke saya😀

  7. eko w said,

    September 19, 2008 pada 10:59 am

    sip banget…………


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: