Apa Bedanya Ayam di Kantin dan Ayam di Masjid ?

Bagi rekan-rekan muslim yang ingin bekerja atau kuliah di Taiwan maka saya kira sebaiknya juga mengetahui masalah ini, karena kita berhadapan langsung dengan fakta. Selain masalah cuci mencuci, ada pertanyaan menarik lainnya. Kenapa takut atau was-was makan ayam atau sapi di Taiwan ini, khan sapi atau ayam jelas halal?.

Memakan ayam atau sapi di negeri non muslim memang ada perselisihan. Tapi setahu saya, jumhur ulama sepakat bahwa ayam atau sapi yang disembelih dengan tidak menyebut asma Allah maka tidak halal memakannya. Setahu saya bahwa banyak orang Taiwan yang tidak percaya akan adanya Tuhan, meski data statistik mengatakan bahwa sebagian besar beragama budha dan Dao, dan sebagian lagi kristen dan islam serta tidak beragama. Banyak teman2 asli Taiwan yang saya temui memilih untuk tidak memeluk agama apapun. Jadinya ada perasaan ragu-ragu ketika memakan ayam atau sapi di sebagian besar kantin (karena bagaimana mereka akan menyebut asma Allah ketika menyembelih jika mereka tidak percaya keberadaanNya), kecuali tahu betul bahwa mereka membeli dagingnya di masjid, atau disembelih oleh temen muslim. Selain itu meskipun itu ayam atau sapi, tidak menutup kemungkinan bahwa mereka memasaknya dengan campuran minyak babi untuk membuat rasanya menjadi lebih enak. Jika kita tidak yakin kehalalannya maka sebaiknya kita tinggalkan.

Selain memenuhi perintah Allah untuk menjauhi makanan haram karena dosa dan bisa mempengaruhi tingkah laku kita, ada lagi hal yang saya yakini yakni bahwa Allah akan mengabulkan doa hambaNya, kecuali salah satunya jika masih ada makanan haram yang masuk ke tubuhnya baik secara substansinya, cara pengolahannya maupun cara mendapatkannya. Tidak inginkah kita bahwa Allah akan mengabulkan doa-doa kita? Maka marilah berusaha untuk tidak memakan sesuatu yang tidak jelas kehalalannya agar keberkahan selalu menyertai langkah kita. Lalu bagaimana jika kita pernah memakannya? Allah maha Penganpun, pernah secara tak sengaja saya juga memakan babi karena ketidaktahuan saya, langsung saya tanyakan kepada orang yang saya anggap mengerti dan jawaban beliau adalah bahwa jika kita tidak sengaja memakannya langsunglah beristigfar, berkumur dan jangan sampai kejadian itu terulang lagi.

Lalu bagaimana mendapatkan makanan halal di Taiwan, ada beberapa alternatif yakni :

  1. Beli ayam atau daging di masjid dan dimasak sendiri atau beli ayam hidup dan disembelih sendiri.
  2. Makan vegetarian
  3. Jika tidak dapat melakukan nomer 1, maka beli ayam atau daging yang telah masak di masjid dan disimpan di kulkas, lalu panasi ketika makan.
  4. Makan telur dan ikan laut atau ikan dari sungai dan tanyakan pada penjualnya adakah minyak babi didalamnya. 
  5. Makan di restoran halal (tapi biasanya memang sedikit lebih mahal)
  6. Mungkin ada rekan-rekan lain yang mau berbagi? 

Bagaimana jika tidak menemukan daging halal ? Banyak yang khawatir jika tidak memakan daging maka akan lemas dan kekurangan tenaga. Kalau tidak salah selain dari daging kita masih bisa mendapatkan nutrisi 4 sehat lima sempurna dari sayur mayur, telur dan ikan serta susu. Jadi jangan khawatir kalau akan kekurangan gizi dengan tidak memakan ayam atau daging. Insya Allah, Allah akan menolong hambaNya yang berusaha mentaatiNya.

Semoga Allah senantiasa melindungi dan memberikan kekuatan dan kemudahan kepada saya dan saudara2 muslim di bumi Taiwan ini untuk mendapatkan makanan halal dan menghindari makan makanan haram. Aamien.

5 Komentar

  1. Desember 11, 2007 pada 3:30 pm

    ada ayam, bakso, daging sapi , cumi-cumi

    Wah masak apa ya besok ?😀

    >yuhana:
    Duh yang bisa masak, bingung ya mau masak apa😀

  2. hugy78 said,

    Desember 11, 2007 pada 11:17 pm

    wah bingung juga ya mending dirumah aja masakan istri yang pasti enak dan jaminan halal

    >yuhana:
    Kalau di Indonesia, insya Allah ayam dan sapi yang ada di pasar atau dijual di kantin-kantin/restoran/warung dijamin halal. Apa yang saya bahas disini adalah yang ada di Taiwan, kalau beli ayam yang sudah sembelihan di pasar pun harus hati-hati, ada yang jual daging halal, namun kebanyakan kita ragukan kehalalannya. Atau mungkin hugy tinggal di Taiwan juga ya

  3. nRa said,

    Desember 12, 2007 pada 4:39 pm

    oohhh… pantesan doa-doa saya belum didengar Allah SWT😦 … hiks, inilah salah satu kesulitan hidup dinegeri orang🙂

    @ mbak iin : bagi2 donk mbak masakannya😀 … kaya’nya enak banget tuh, cumi-cumi🙂

  4. ulliee said,

    Desember 13, 2007 pada 2:59 pm

    Bu Yuhana, untuk yang jeli, bisa dijadikan ladang bisnis, yaitu bisnis pemotongan ayam atau sapi halal😀
    Tapi saya jadi berpikir, kalau di Indonesia pun, misal kita makan daging di warung makan dan nggak tau cara menyembelihnya, itu gimana ya?

    >yuhana:
    Betul ul, kalau jeli bisa dijadikan ladang bisnis, kalau nggak salah temen2 mahasiswa yang di Jepang juga ada yang menjalankan bisnis penjualan daging halal. Sembari beramal bisa mendapatkan uang juga🙂

  5. aRuL said,

    Desember 13, 2007 pada 6:00 pm

    pernah mengalami,,
    caranya cari makanan instant yang berlabel halal…
    aja🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: