Hari Ibu, Haruskah diperingati ?

Di Indonesia, tanggal 22 Desember diperingati sebagai hari Ibu. Tapi sebenarnya apakah yang dimaksud dengan hari ibu? mengapa hari ibu harus ada? Setelah cari tahu dengan jariku, akhirnya kutemukan sejarah hari ibu di Wikipedia dan artikel tentang pelurusan salah kaprah akan hari ibu.

Terlepas dari sejarah dan perayaan hari ibu, ada kerinduan yang mendalam ketika satu kata itu disebutkan. Ya kata “Ibu”. Ibu bagiku adalah sosok yang mulia, yang tiada kenal lelah berusaha dan berdoa demi kebahagiaan putra putrinya. Air mata ini menitik, saat kutulis coretan sederhana ini. Mengingat perjuangan beliau, dari kita kecil hingga sampai sekarang. Membayangkan bagaimana susahnya beliau mengandungku, mempertaruhkan nyawa dalam melahirkanku, mendidikku, mengajariku sepatah demi patah kata, setapak demi setapak langkah, mendampingiku, menuntunku, melindungiku, dan tak akan membiarkanku sedih atau terluka. Sampai saat inipun, doa-doa beliau masih mengalir untukku, demi kebahagiaanku, demi kemudahan langkahku, demi tercapainya cita-citaku karena kasihnya yang begitu mendalam. Kasihnya yang tak habis sepanjang jaman. Berapapun uang atau harta kita berikan padanya, tak akan mampu membalas semua kasih sayangnya pada kita.

Pantas saja jika surga ada di bawah telapak kaki ibu, jika rasul menyuruh kita untuk memuliakan ibu, ibu, ibu, 3 kali lipat dari pada menyebut ayah karena perjuangan dan pengorbanan beliau sejak kita dalam kandungan. Saya pernah dengar taujiah bahwa martabat seseorang dapat diukur dari kesungguhannya memuliakan orang tua khususnya ibu.

Sudahkah kita memuliakan ibu? sudahkah kita membahagiakannya? Sudahkah kita bersyukur kepadaNya dan kepadanya? Ibu….. aku sangat merindukanmu ………………..

5 Komentar

  1. almuhandis said,

    Desember 22, 2007 pada 8:38 am

    Semoga Allah membalas semua Amal mereka..

    Sebagai anak kita takkan mampu membalas amal kebaikan mereka, hanya menjadi sosok anak sholeh/shalehah adalah jalan untuk menyelamatkan mereka agar bisa ke Syurga..

    Semoga diri-diri kita selalu punya hasrat untuk berbenah, memperbaiki hidup, cita, serta hati yang terasa semakin pekat…

    ada cerita ibu di Blog sy.. walau hanay lewat puisi..

    Jia Yo..😀

  2. galih said,

    Desember 22, 2007 pada 3:27 pm

    Saya tadi pagi pas sampai rumah langsung dipeluk ibu.senengnyah:mrgreen:

    (Galih via w200i)

    >yuhana:
    Galih pulang ya ? wah senengnya….. pengen …..😥

  3. httsan said,

    Desember 23, 2007 pada 8:56 am

    kasih ibu kepada beta, tak kan terbalas sepanjang masa, karna itu hari-hari beta, selalu penuh dengan kiriman doa, untuk ibu tercinta di alam sana.

  4. gimbal said,

    Desember 23, 2007 pada 9:30 am

    Kalo ngomongin ibu, terutama ibu saya.. spechless.. more than words… bener2 susah untuk mendiskripsikan perjuangan beliau. Beliau yg melahirkan, membesarkan, mendidik dgn penuh-penuh-penuh kasih sayang dan beliau pula yg menafkahi keluarga 100% setelah ayah pensiun. Meskipun ibu yg menafkahi keluarga.. beliau tdk sombong dan menganggap ayah no.2, belaiu tetep ngawula sama ayah.. dia bener2 istri yg baik.. jarang bgt marah.. selalu melayani anak2nya dan ayah dgn ikhlas, gembira dan kasih sayang.. (gak kuat saya ngelanjutin ceritanya… bener2 gak kuat… saya orang yg sangat susah untuk menangis… tapi jika ingat perjauangan ibu… saya selalu menagis…)
    Doa kami untuk mu Ibu… I Love U.
    Semoga Allah membalas amal orang tua kita.Amin

  5. novy said,

    Desember 24, 2007 pada 11:20 am

    Bagiku, setiap waktu, setiap hari adalah hari ibu dan bapak, karena bagi muslim, setiap selesai sholat 5 waktu pasti memanjatkan doa untuk kedua orang tua. Rasanya tidak adil, memisahkan jasa keduanya, kalau ada hari ibu, mengapa tidak ada hari bapak ? Meskipun Rasulullah menyebut ibu dulu 3x, baru kemudian bapak, tetapi dalam doa tidak dibedakan. Dari kecil,.kami tidak biasa memperingatinya, meskipun tahu ada peringatan hari ibu tiap tanggal 22 Desember. Ibuku juga tidak suka diperlakukan khusus pada hari itu, begitu juga aku setelah menjadi seorang ibu, kami merasa apa yang kami lakukan memang sudah kewajiban kami sebagai hamba Allah.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: