Selamat Jalan Bapak Suharto

Innalillahi wainailaihi rojiun. Sesungguhnya segala sesuatu berasal dari Allah dan akan kembali kepada Allah. Turut berduka cita atas meninggalnya bapak Mantan Presiden RI, bapak Pembangunan Indonesia, Bapak Suharto pada hari ini, 27 Januari 2008, pukul 13.10 WIB.

Bagaimanapun juga, beliau pernah memimpin Indonesia, pernah berjasa kepada bangsa Indonesia. Setiap manusia memiliki sisi baik dan buruk. Biarlah Allah yang menilai dan membalasnya, karena Allah telah berjanji bahwa sekecilpun kebaikan atau kejahatan yang dilakukan manusia, maka tidak akan terlepas dari perhitungan/hisab dan akan senantiasa mendapat balasan yang sesuai dengan yang dilakukannya.

Semoga kita bisa meneladani kebaikan-kebaikan beliau, menghargai prestasi dan usaha yang beliau lakukan, tidak meneladani ketidakbaikan yang beliau ajarkan atau bangun dan menjadikan sejarah sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran, agar kita tidak mengulang sejarah-sejarah yang kelam atau membuat sejarah yang kelam, dan meneladani sejarah yang gemilang. Istilah jawanya “Mikul duwur mendem Jero” (Menjunjung setinggi-tingginya, mengubur sedalam-dalamnya).

Jika kita ingin bangsa kita terbebas dari keterpurukan maka marilah kita mulai dari diri sendiri, kita bebaskan keterpurukan kita, dengan berbuat kebaikan, jika tidak bisa, berusaha untuk tidak berbuat kejahatan atau hal-hal yang menimbulkan permasalahan bagi diri kita, lingkungan dan orang lain. Kita hapus pepatah ini dari kehidupan kita “Gajah di pelupuk mata tidak tampak, kuman diseberang lautan tampak” dengan tidak melihat kesalahan orang lain sebelum melihat ke diri kita sendiri.

Setiap dari kita memiliki kelebihan dan kekurangan, memiliki potensi dan memiliki seperangkat akal dan badan yang bisa digunakan sebagai bekal untuk berubah menjadi lebih baik. Jadi Ingat lagu Bimbo dengan judul “Semoga Jalan dilapangkan Tuhan” dengan syair seperti ini :

“selama matahari masih terbit dari timur
selama badan ini masih bisa digerakkan
selama kemauan masih dapat dinyatakan
selama doa-doa tetap menjadi dorongan

maka selalu ada harapan
maka selalu terbuka jalan
dilapangkan oleh Tuhan

mari kita coret kata putus asa
dari kamus kehidupan kita
jangan sesali siapapun juga
jangan salahkan siapapun juga

mari kita hapus kata tidak bisa
dari buku harian kita”

ya… jangan pernah sesali apapun juga, siapapun juga. Jangan pesimis dengan kondisi bangsa kita saat ini, kitalah yang bisa merubahnya dengan terlebih dahulu merubah diri kita untuk menjadi lebih baik, karena bangsa terdiri dari unsur pribadi-pribadi. Jika pribadi-pribadi kita baik, maka bangsa akan menjadi baik, dan jika pribadi-pribadi kita kurang baik atau tidak baik maka bangsa kita juga akan begitu. Maka, marilah kita bangkit, “hapus kata tidak bisa dari kamus kehidupan kita”, untuk membuat kehidupan kita lebih baik.

Terlepas dari kesalahan-kesalahan yang beliau lakukan, kita pernah merasakan bagaimana sandang dan pangan yang murah pada zaman beliau, bagaimana petani mendapat perhatian dan penyuluhan pertanian, adanya klompencapirnya (kelompok pendengar, pembaca dan pemirsa CMIIW) untuk menumbuhkan minat baca dan melek informasi, PKK dan posyandu demi terciptanya kesejahteraan keluarga, adanya SD Inpres (Instruksi Presiden) dan beasiswa supersemar untuk mendukung pendidikan di Indonesia, adanya sapi Banpres (bantuan presiden) untuk membantu rakyat miskin, dan berbagai program pembangunan untuk bangsa Indonesia yang masih bisa diterapkan di jaman ini. Bagaimanapun juga kita telah kehilangan satu bapak bangsa, satu tokoh bangsa yang turut membangun bangsa dan menorehkan sejarah panjang di Nusantara.

“Selamat Jalan Pak Harto” semoga Allah menerima amal ibadah bapak dan mengampuni dosa-dosa bapak, dan semoga Allah juga memberikan kekuatan kepada kami untuk bangkit dan berbuat lebih baik, untuk diri kami, keluarga kami, lingkungan kami, agama kami dan bangsa kita, aamien.

4 Komentar

  1. nRa said,

    Januari 28, 2008 pada 2:44 pm

    inna lillahi wa inna ilaihi raajiun…
    semoga diterima amal kebaikan dan diampunkan segala dosanya,
    dan semoga bangsa ini dapat memetik pelajaran dalam memilih pemimpin dihari esok.

  2. like said,

    Januari 28, 2008 pada 4:36 pm

    beLIau menanggung bebaN yang semUa orang perBUat …..
    saYa turuT sedih dan Bahagia karena bEban Pak hArto Akhirnya SelesaI !

  3. Januari 28, 2008 pada 11:02 pm

    Sebagai masyarakat yang beradab, sudah sepatutnya kita mengucapkan selamat jalan kepada Soeharto, tapi sambil juga mengenang saudara-saudara kita yang malang, yang terbunuh akibat kekejaman rezim Soeharto sendiri.

    Bagi yang berminat, aku menulis tiga artikel terkait dengan topik ini, termasuk mempertanyakan pidato belasungkawa Presien SBY yang secara implisit menyebut Soeharto sebagai pahlawan bangsa. Baca disini :
    http://ayomerdeka.wordpress.com/

  4. putri said,

    Januari 29, 2008 pada 1:44 pm

    ASSALAMUALAIKUM. innalillahi wainnailaihi rojiun.Turut berduka cita atas meninggalnya pak harto.Kami segenap murid dari sekolah MA.Muhammadiyah 03 Bekasi. Semoga amal dan ibadahnya diterima Allah SWT.Bagi yang hidup, tolong diteruskan perjuangan beliau. Terutama untuk masalah-masalah yang masih perlu untuk diadili.Salam hangat dari KAMI
    .MASALAM. BALAS


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: