Merajut lagi mimpi-mimpi

Senang sekali hadir dalam acara besar forum mahasiswa muslim Indonesia di Taiwan hari minggu kemaren, 25 Maret 2008. Yups, muktamar FORMMIT, bertempat di Masjid Taichung yang dihadiri oleh 80% mahasiswa dan mahasiswi muslim Indonesia yang sedang belajar di Taiwan. Banyak yang belum pernah bersua, tapi hati terasa telah dekat. Yah, mungkin inilah indahnya persaudaraan islam. Apa agenda muktamar ? ya, yang pasti salah satunya adalah laporan pertanggung jawaban pengurus periode 2007-2008 dan pembentukan pengurus baru 2008-2009.

Sungguh berat mengemban tugas dakwah di Taiwan, ditengah negeri non muslim dimana sulit mencari makanan halal karena makanan hampir semua mengandung “babi”. Belum lagi menjaga pandangan dan hati di tengah-tengah negeri yang bebas pergaulannya. Ditambah dengan PR bagaimana membantu dan meningkatkan kemampuan rekan-rekan TKI/TKW agar ketika kembali bisa lebih mandiri. Serta bagaimana meningkatkan kualitas rekan-rekan mahasiswa sendiri di tengah-tengah persaingan dengan mahasiswa lokal. Dakwah? Dakwah sendiri khan artinya menyeru. Bagi kami belajar dengan baik adalah dakwah, memperbaiki diri adalah dakwah, mempertahankan iman dan islam adalah dakwah, menjadi sosok muslim yang militan (taat) adalah dakwah, membantu sesama adalah dakwah, membantu dan mendampingi rekan-rekan TKW adalah dakwah, dan masih banyak lagi jalan dakwah yang bisa dilalui setiap insan. Selamat untuk presiden terpilih bapak Setyabudi Indartono. Semoga dibawah kepengurusan bapak, FORMMIT mampu berkonstribusi lebih baik, lebih berkualitas dan lebih efektif.  

Alhamdulillah, hari minggu kemaren satu amanah lepas. Saatnya untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang belum terwujud, mimpi untuk menyelesaikan master dengan baik dan kembali bertugas seperti semula, mimpi untuk segera kembali ke tengah-tengah keluarga, mimpi untuk menjadi ibu, mimpi untuk memiliki perpustakaan pribadi, mimpi untuk kembali ke tengah-tengah masyarakat, mimpi untuk menjadi profesor dan seabreg mimpi yang masih tersimpan di benak.

Oh ya ini ada foto saya bersama sebagian besar muslimah yang hadir dalam muktamar hari minggu kemaren. Foto muslimnya juga ada tapi saya nggak punya😛

muslimahformmit3.gif

4 Komentar

  1. nRa said,

    Maret 25, 2008 pada 5:54 pm

    pertama🙂
    jarang-jarang bisa komen pertama di blog ibu🙂

    Ya Allah … kabulkanlah semua mimpi2 bu Yuhana yang belum terwujud, amin.

    >yuhana:
    aamiin, makasih nRa. Selamat deh, jadi yang pertama🙂

  2. ario said,

    Maret 25, 2008 pada 7:56 pm

    Subhanallah….
    semoga dapat banyak pelajaran dr amanah terdahulu..🙂

    Bu yuhana yang pake baju pink.. kedua paling ujung dari kiri… bener kan bu..??😀

    Semoga rangkaian mimpi bisa segera “disentuh”..🙂

    >yuhana:
    aamiin .. aamiin … aamiin. Aryo tahu aja😀

  3. fathim said,

    Maret 30, 2008 pada 4:25 pm

    Budhe cantik….fathim kangen sama budhe yoan🙂 Semoga bisa cepet ketemubudhe lagi yah…

    >yuhana:
    budhe juga kangen sama fathim juga ayah bunda. aamiin.. semoga Allah mengabulkan doa kita

  4. nekhrophone said,

    April 1, 2008 pada 4:39 pm

    Sungguh berat mengemban tugas dakwah di Taiwan, ditengah negeri non muslim

    yang di negeri sendiri sj saya agak apatis buk, gmn kalau di luar negeri ya? jadi malu saya, ketika orang melebarkan sayap dakwah nya, tapi saya masih bersembunyi dalam dekapan sayap angan angan, ketika mereka terbang melawan angin, maka saya masih terkulai lemah karena kecuekan saya.poor me😦

    Dakwah sendiri khan artinya menyeru. Bagi kami belajar dengan baik adalah dakwah, memperbaiki diri adalah dakwah, mempertahankan iman dan islam adalah dakwah, menjadi sosok muslim yang militan (taat) adalah dakwah, membantu sesama adalah dakwah, membantu dan mendampingi rekan-rekan TKW adalah dakwah, dan masih banyak lagi jalan dakwah yang bisa dilalui setiap insan.

    berarti dakwah tidak mesti angkat senjata ya buk (sok baru tahu mode=ON), saya bakal rajin belajar ni kayaknya he he

    ibuk yang kedua paling kiri, disamping mbak jilbab putih ya
    *apa maksud nya lagi ni*

    >yuhana:
    iya nekhrophone, menurut saya dakwah itu tidak harus berceramah, dakwah bisa dilaksanakan dengan tindakan menunjukkan bagaimana islam sesungguhnya karena islam mengatur segala sendi kehidupan hingga aktifitas yang kecil-kecil semacam bagaimana tidur atau maaf ke kamar mandi islam mengaturnya. Karena negeri ini adalah negeri non muslim maka banyak dari mereka yang tidak tahu islam itu seperti apa. Di benak para orang Taiwan muslim adalah orang yang tidak makan babi dan sholatnya 5 kali sehari. Itu saja yang mereka tahu, dengan menjalankan ajaran islam tanpa berceramah ke mereka bagi kami adalah dakwah, karena banyak dari mereka yang akhirnya nanya-nanya kenapa kami begini dan begitu seperti kenapa saya menggunakan jilbab dan lain-lain. Saya sangat yakin Indonesia bisa maju seperti jaman Rasullullah jika semua muslimnya kembali kepada islam, karena hal itu telah terbukti. Apa yang bisa kita lakukan, mari kita mulai dari diri kita sendiri, untuk berubah ke arah yang lebih baik meski tidak bisa sempurna tapi berbuat adalah lebih baik daripada hanya berencana tanpa diwujudkan.

    Tentang komentar dari ario ya, begini selama ini ario sering main berkunjung ke blog saya, namun dia belum pernah tahu seperti apa saya karena selama ini jarang ada foto pemilik blog ini. Nah dia berusaha menebak, dari foto diatas yang mana pemilik blog ini, gmn dah nggak bingung khan ?😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: