Sekilas tentang Web Ontology Language (OWL)

OWL adalah salah satu bentuk ontology yang memang dirancang dengan tujuan untuk digunakan oleh aplikasi yang perlu memproses isi informasi ketimbang menampilkan informasi untuk konsumsi manusia. OWL merupakan rekomendasi W3C (World Wide Web Consortium) dalam penulisan ontology untuk web untuk web semantic. OWL dituliskan dalam syntax XML (eXtended Markup Language). Selain XML dalam OWL digunakan juga bahasa XMLS (XML Schema), RDF (Resource Description Framework) dan RDFS (RDF Schema) dan OWL itu sendiri.

Tentang ontology sendiri insya allah nanti akan saya bahas dalam postingan tersendiri (semoga ada waktu🙂 ). OWL menyediakan 3 sub bahasa yang expressive yang dirancang untuk digunakan oleh komunitas user/implementer tertentu, yakni:

  1. OWL lite
  2. OWL DL dan
  3. OWL Full

OWL lite disediakan untuk pengguna yang secara prinsip memerlukan hirarki klasifikasi dan batasan sederhana. Sebagai contoh jika menggunakan batasan kardinalitas, ia hanya mengijinkan nilai kardinalitas 0 dan 1.

OWL DL (Description Logic) disediakan untuk pengguna yang ingin ekspresi maksimal untuk komputasi dalam artian semua kesimpulan dijamin computable dan decidable. OWL DL meliputi semua  bahasa OWL dan mendukung reasoning

OWL Full tersedia untuk pengguna yang ingin mengekspresikan bahasa secara maksimum dan syntaknya bebas dari RDF dengan tidak ada jaminan bahwa ia computable. Sepertinya tidak ada software reasoning yang akan dapat digunakan untuk mendukung resoning yang komplit dari setiap feature dalam OWL Full. 

Mengapa menggunakan OWL? Awalnya adalah adanya ide dan visi dari web semantic. Visi untuk masa depan yang mana informasi diberikan secara eksplisit yang membuat mesin / komputer bisa mengerti dan mampu memproses informasi itu secara otomatis dan mampu mengintegrasikan informasi yang tersedia di web. Komputer diharapkan mampu melakukan proses reasoning sebagaimana yang dilakukan manusia. Ontology merupakan bahasa  untuk mesin yang digunakan untuk merepresentasikan suatu informasi secara eksplisit. Ontology juga mendukung adanya reasoning. Itulah mengapa OWL penting dalam mewujudkan visi web semantic.

9 Komentar

  1. nRa said,

    Mei 30, 2008 pada 12:53 am

    kaya’ burung hantu namanya bu🙂 OWL
    apa emang ada inspirsai dari burung hantu nama languagenya?

    >yuhana:
    he he he iya ya🙂

  2. arifromdhoni said,

    Mei 30, 2008 pada 5:33 am

    Terima kasih informasinya.

    >yuhana:
    sama-sama🙂

  3. brian said,

    Juni 20, 2008 pada 9:24 pm

    bagus!!!! nice one…

  4. faizal said,

    September 30, 2008 pada 9:32 pm

    hmmm,msh bingung.kira2 sesuatu yg diharapkan dimengerti oleh mesin itu apa bu bentuknya?file,text,proses,dokumen?minta pencerahanya bu,berhubung saya gnyantol2,gmana kalo ibu gambarin yg lbh mudah,:ngarep:

  5. irvan said,

    Oktober 24, 2008 pada 8:04 pm

    Boleh minta penjelasan lebih lanjutnya ga?? ttg komponen2 web semantik, atau minta referensinya dunk🙂. tengkyuu

  6. ruktin said,

    November 8, 2008 pada 2:58 pm

    ayo bu, dierusin lagi dunk nulis OWL nya🙂

  7. Kaqfa said,

    Maret 21, 2009 pada 2:34 am

    Sip… Lumayan tertarik dengan OWL, sbnere kmarin smpet kpikiran bwt bikin skripsi,tp g berani.

    Mungkin bisa dijelaskan lebih praktis,kalo konsepnya,mgkin bs diliat di w3c.org ya pak.

  8. andhica said,

    Oktober 12, 2010 pada 8:49 am

    gan punya buku tentang semantic web….. mohon infonya

  9. mahisaajy said,

    Desember 1, 2014 pada 10:06 am

    Bermanfaat sekali tutorialnya
    Salam: http://mahisaajy.web.id/blog/


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: