Pemakaian e-learning di Kumamoto University

Hari ini saya berkesempatan mengikuti kuliahnya Kita Sensee. Pagi jam 8.40-10.10 saya mengikuti kuliah basic japanese alias semacam kursus jepang seperti yang telah saya ceritakan di postingan sebelumnya. Kuliah Kita Sensee adalah pukul 10.20-11.50. Hm… meskipun harus berlari-lari(karena terlambat) dan meminta tolong miyazaki san mengantar ke kelas (karena tidak tahu tempatnya) akhirnya bisa juga saya ikut kuliahnya.

Kuliahnya menggunakan bahasa jepang, cuman sedikit yang bisa saya tangkap dari sisi konten, tapi ada satu hal menarik yang dapat saya ambil. Sebelum berangkat ke Jepang saya tahu e-learning sudah lumayan lama. Di ITS kami menggunakan Learning Management System (LMS) nya Moodle. Dan sejauh yang saya pahami ia hanya digunakan untuk menaruh file-file kuliah dan mahasiswa bisa membaca/belajar diluar jam kuliah. Pada faktanya terkadang mahasiswa sendiri kurang paham memahami slide yang tersimpan disitu kalau tidak mengikuti kuliahnya. Padahal menurut teori e-learning yang saya dapat disini, e-learning dipake sebagi alternatif cara belajar, kalau toh mahasiswa tidak datang ke kelas masih bisa mendapatkn ilmu dari e-learning tersebut dan seperti datang di kelas. Tapi bukan berarti menggantikan keberadaan kelas lho ya untuk perkuliahan semacam di universitas.

Nah bagaimana situasi di kelas Kita Sensei? Mahasiswa dalam kelas itu ada sekitar 50-an orang. Terdapat 2 asisten yang siap membantu jika ada mahasiswa yang kurang/tidak mengerti. Satu bangku ada 2 mahasiswa, dan di mejanya terdapat 3 komputer, masing-masing untuk mahasiswa dan satu lagi diletakkan ditengah meja. Komputer yang ditengah meja terhubung dengan komputer dosen. Jadi apapun yang ditampilkan dosen terlihat dari komputer tengah, artinya mahasiswa yang duduknya paling belakangpun tidak kesulitan melihat slide dosen.

Kuliah ini melibatkan kompetensi motorik (praktek) yakni “basic HTML”, bertujuan agar mahasiswa bisa membuat halaman web dengan menggunakan HTML, membuat tabel, membuat link gambar dll. Kita sensei hanya menjelaskan selama 20 menit, itupun tentang tujuan perkuliahan, cara menggunakan materi e-learning dan juga point-point global apa itu HTML. Selebihnya mahasiswa langsung praktek dibantu dengan materi yang ada di e-learning. Materi yang ada di e-learning tidak hanya slide, tapi semacam petunjuk praktik yang lengkap step by stepnya, termasuk contoh dan hasil yang dihasilkan. Dari situ saya lihat tidak ada mahasiswa yang asyik bermain sendiri alias tidak mengikuti materi. Mahasiswa menjadi paham karena pengalamannya sendiri, bukan karena hafalan atau karena penjelasan saja. Semuanya mengikuti materi sesuai e-learning, dosen dan asisten hanya menunggu kalau2 ada pertanyaan. Hm.. kayaknya enak kuliah model begini๐Ÿ™‚, yang berat sepertinya nyusun materi e-learningnya.

Waktu saya tanya Kita Sensee siapa yang bertanggun jawab menyusun materi e-learning beliau bilang kalau materi ini dah dibuat sejak 7 tahun yang lalu dengan penyempurnaan pada tiap tahunnya. Awalnya tiap profesor diberi tugas untuk membuat satu materi tatap muka. Tiap minggunya yang membuat lain-lain (ada tim teaching didalamnya). Tiap semester dievaluasi dan dilengkapi. Akhirnya jadilah materi yang bagus seperti yang saya lihat. Bagus karena materinya lengkap, meski tidak ada dosen mahasiswa bisa mengikuti/belajar sendiri. Untuk mengaplikasikan ini di indonesia sepertinya agak berat. Minimal peralatan komputer harus lengkap dan memadai untuk bisa digunakan oleh mahasiswa. Selain itu juga perlu kerja keras untuk membuat materi yang sangat bagus.

Hm… semoga di Indonesia suatu saat bisa membuat materi seperti itu๐Ÿ™‚. Ini ada beberapa foto yang sempat saya ambil untuk menunjukkan suasana kelas dan peralatan yang lengkap.

Suasana kelas, peralatan dan dukungan e-learning

Suasana kelas, peralatan dan dukungan e-learning

2 Asisten pendamping

2 Asisten pendamping

4 Komentar

  1. RitaSusanti said,

    Oktober 15, 2009 pada 1:18 pm

    Wah keren keren !!!, Jepang emang keren !..mupeng banget nih bu lihat suasana dan fasilitas belajar nya…kapan yah Indonesia akan seperti itu???

    >yuhana: iya, saya juga ngiri banget lihat fasilitas seperti ini. Sebenarnya SDM kita tidak kalah sama mereka, cuman fasilitas yang kita minim.

  2. ruktin said,

    Oktober 27, 2009 pada 1:51 pm

    great job๐Ÿ™‚

  3. puth said,

    Agustus 23, 2010 pada 3:44 pm

    buat di sekolah

  4. AL HABBAL said,

    Oktober 27, 2010 pada 2:22 pm

    mbuat Al makin bersemangat ni!!!
    pengen ksana!!!

    ใ‚ˆใฃใ—ใ„ใ€‚ใ€‚ใ€‚ใ€€ใŒใ‚“ใฐใ‚Šใพใ™ใ€‚


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: