Program Sandwich bagi Mahasiswa TB DN

Bagi seorang dosen, kuliah di luar negeri memang akan memberikan banyak pengalaman yang akan bermanfaat bagi diri pribadi, institusi dan masyarakat. Banyak hal positif yang bisa kita peroleh, meski banyak juga hal negatif yang kita temui dan tidak perlu kita serap. Iklim penelitian dan lingkungan sangat mendukung untuk kuliah tepat waktu bahkan berprestasi dengan banyak publikasi ilmiah internasional.

Lalu bagaimana dengan dosen yang kuliah di dalam negeri?. Saya melihat banyak sekali institusi dalam negeri yang juga berkualitas, meski banyak juga yang masih berbenah untuk bisa mendukung mahasiswanya berprestasi dan tepat waktu. Selain itu, bagi dosen yang telah memiliki NIDN dan menjalani tugas belajar(TB) S3 di dalam negeri (DN) sangat mungkin untuk bisa merasakan aura penelitian dan sekolah S3 di luar negeri dengan beasiswa program “Peningkatan Kualitas Publikasi Internasional(PKPI)” atau yang dikenal dengan istilah Sandwich-like atau Enhancing International Publication (EIP) Program. Skema ini yang saya pilih dibandingkan harus fulltime menjalani sekolah S3 di luar negeri karena alasan keluarga yang tidak bisa turut serta.

Melalui tulisan ini saya akan share info tentang PKPI dan pengalaman seputar persiapan dan pendaftaran serta pra keberangkatan untuk PKPI/Sandwich-like 2017. Semoga bermanfaat.

Sesuai dengan namanya program ini ditujukan untuk memberikan bekal bagi dosen yang sedang TB DN untuk bisa merasakan lingkungan penelitian di LN dan mendapatkan bimbingan langsung dari supervisor dari PT LN. Output yang diharapkan dari program ini salah satunya adalah draft publikasi ilmiah yang siap dikirim ke jurnal internasional bereputasi. Output ini sangat mendukung untuk kelulusan di tempat belajar DN.

Program ini didanai oleh Kemenristekdikti. Program ini adalah program tahunan Dikti dan pada tahun-tahun sebelumnya pendaftaran biasanya dibuka pada bulan-bulan Maret sd Mei. Tapi untuk tahun 2017, program pendaftaran dibuka sampai dengan bulan Juli 2017. Info seputar persyaratan dan pendaftaran dapat dilihat secara rinci pada link berikut. Program ini dapat diikuti oleh mahasiswa PMDSU dengan persyaratan yang sedikit berbeda dan jalur seleksi yang berbeda dengan yang reguler (dosen TB DN). Bagi yang akan mendaftar tahun berikutnya, silahkan mengikuti website sumberdaya.ristekdikti.go.id

Beasiswa ini meliputi:

  1. Biaya hidup (standar Ditjen Sumber Daya Iptek dan Dikti)
  2. Benchfee (at cost)
  3. Asuransi kesehatan standar (at cost)
  4. Biaya buku (standar Ditjen Sumber Daya Iptek dan Dikti). Bagi penerima beasiswa yang juga mendapatkan biaya buku harus memilih salah satu. Seperti saya yang mendapat beasiswa LPDP yang juga mengcover biaya buku, saya mengajukan agar biaya buku dari PKPI di-nolkan, dan disetujui.
  5. Perjalanan dengan pesawat untuk sekali pergi dan pulang (at cost)

Untuk rekan-rekan yang akan mengikuti program ini, persiapan yang harus dilakukan jauh-jauh hari sebelum pendaftaran dibuka adalah:

  1. Tes TOEFL, karena program ini mensyaratkan TOEFL ITP dengan nilai minimal 500 atau IELTS 5,5.
  2. Peserta harus sudah lulus sidang kandidasi dan memiliki SK Kelulusan Kandidasi
  3. MOU antara PT DN tempat belajar dengan PT LN yang menjadi mitra, biasanya SPP / Benchfee akan gratis jika ada MOU
  4. Telah memiliki pembimbing dari PT LN dan telah melakukan korespondensi (melalui email), serta mendapatkan Surat rekomendasi dari pembimbing luar negeri dan memperoleh Letter of Acceptance (LOA) dari PT LN untuk melaksanakan penelitian disana. Bahkan untuk tahun 2017, Ristekdikti meminta surat kesanggupan pembimbing dari PT LN untuk membimbing sampai paper siap submit.
  5. Draft paper publikasi yang akan didiskusikan dan disempurnakan di PT LN, akan lebih baik jika dalam korespondensi juga membahas tentang konten penelitian.
  6. Proposal kegiatan yang telah mendapat persetujuan dari pembimbing dalam dan luar negeri.
  7. Memperoleh ijin dari Dekan atau Direktur Pasca dalam bentuk surat ijin.
  8. Mengisi form pendaftaran EIP seperti pada link panduan.

Proses seleksi diawali dengan unggah dokumen secara online, sampai dapat bukti pendaftaran yang dicetak dari website pendaftaran. Seluruh berkas yang telah diunggah sebaiknya dicetak dan disusun rapi untuk persiapan mengikuti seleksi wawancara jika lolos tahap administrasi, termasuk bukti korespondensi dengan pembimbing luar negeri. Akan lebih baik jika dibuat rangkap dua (dua set), karena nantinya saat wawancara satu set berkas kita akan dikumpulkan dan dipegang oleh reviewer.

Wawancara dilaksanakan dalam bahasa Inggris, dan peserta bisa saja mendapatkan pertanyaan seputar aspek akademis, aspek bahasa dan aspek sosial dan budaya, misalnya tentang perguruan tinggi yang dituju, riset yang akan dilakukan/rencana kegiatan yang akan dilakukan, paper yang sudah disiapkan,  kesiapan keluarga yang ditinggalkan, kesiapan tinggal di LN, dll. Gambar 1. menunjukkan suasana saat menunggu proses wawancara di Gedung Direktorat Akademik ITS.

saatwawancara

Gambar 1. Suasana saat menunggu wawancara

Pada tahun 2017, dari 119 peserta reguler, hanya 79 yang lolos tahap administrasi dan berhak mengikuti tahap wawancara. Beberapa penyebab kegagalan antara lain dokumen yang tidak lengkap, LOA yang sudah kadaluarsa, TOEFL yang rendah, ataupun peserta belum mengikuti kandidasi. Dari 79 yang mengikuti tahap wawancara hanya 58 orang yang lolos dimana 4 orang diantaranya lolos dengan syarat harus melengkapi dokumen yang dianggap kurang. Setelah dinyatakan lolos, peserta harus mengirimkan dokumen persyaratan keberangkatan. Dokumen ini harus dikirimkan secara fisik ke Ristekdikti karena akan digunakan untuk pengurusan Guarantee Letter (GL), Paspor Biru dan SP Setneg. Daftar dokumen yang harus dikirimkan akan diinformasikan melalui email yang kita berikan. Untuk rekan-rekan yang sebelumnya memiliki paspor biru yang telah kadaluarsa, sebaiknya paspor biru yang sudah tidak berlaku juga disertakan dalam dokumen yang dikirim. Gambar 2 adalah suasana saat pengiriman dokumen keberangkatan. Kami mengirimkan dokumen bersama2 dalam satu amplop. Thx untuk  Bu Wibawati Statistika yang bersama2 kirim dokumen. Dokumen kami kirim melalui JNE Yes.

Gambar 2. Pengiriman Dokumen Persyaratan Keberangkatan

Sebelum keberangkatan semua peserta wajib mengikuti kegiatan pra keberangkatan yang dilaksanakan di berbagai kota. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena melalui kegiatan ini, peserta mengetahui tata cara pengurusan dokumen keberangkatan, pemesanan tiket, lapor diri, budaya dan tipikal pembimbing luar negeri berdasar negara yang dituju. Masing-masing bisa menghadapi kendala yang berbeda-beda dan saling mengenal antar peserta saat pra keberangkatan juga sangat membantu kesuksesan pelaksanaan. Terima kasih kepada Prof. Mauridhi Hery Purnomo, yang telah memberikan arahan dan bimbingan. Terima kasih untuk temen2 seperjuangan PKPI Tahun 2017 (Bu Wibawati, Bu Rosmaliati, Bu Rima, Bu Kindhi, Bu Nurhayati, Bu Niluh, Pak Fanani, Pak Adri, Pak Aryo, Pak Hairul Huda, Pak Syafrizal, Bu Yuliana, dan temen2 yang tidak bisa disebut satu persatu) serta Pak Anang T.J. dan Bu Ratna, peserta PKPI 2016 yang memberikan arahan dan contoh sehingga kami bisa lolos seleksi.

Gambar 3. Suasana saat pembekalan pra-keberangkatan di hotel Swiss Bellin Manyar Surabaya

Semoga bermanfaat.

Iklan

1 Komentar

  1. Januari 2, 2018 pada 11:35 am

    dari dulu ngefan banget sama ibuk ^_^ sukses terus ya buk..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: